News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus DBD di Mamuju Meningkat Tajam 1 Korban Meninggal Dunia

Kasus DBD di Mamuju, Sulawesi Barat, meningkat tajam. Kasus DBD awal bulan Juni ini sudah mencapai 102 kasus. Akibat tingginya kasus, 1 orang meninggal dunia.
Selasa, 6 Juni 2023 - 11:37 WIB
Dinas Kesehatan Pemkab Mamuju, menggalakkan fogging di lokasi yang dianggap rawan penyebaran nyamuk penyebab DBD.
Sumber :
  • Tim Tvone-Gusni Kardi

Mamuju, tvOnenews.com - Pertengahan tahun kasus DBD di Mamuju, Sulawesi Barat, meningkat tajam. Kasus DBD awal bulan Juni ini sudah mencapai 102 kasus. Akibat tingginya kasus DBD di Mamuju, 1 orang meninggal dunia. 

"Sejak sebulan terakhir ini kasus DBD di wilayah Mamuju mengalami peningkatan yang tajam. Kasus DBD mencapai 102 kasus, 1 orang korban meninggal dunia," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemkab Mamuju, Alamsyah, Selasa (6/5/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjut Alamsyah, kasus DBD ini meningkat tajam di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Simboro dan Kecamatan Mamuju. Untuk mengantisipasi semakin tingginya kasus DBD pihak Dinas Kesehatan Pemkab Mamuju, menggalakkan fogging di lokasi yang dianggap rawan penyebaran nyamuk penyebab DBD. 

"Kami dari Dinas Kesehatan Mamuju, sudah melakukan pencegahan namun kasus DBD terus mengalami trend peningkatan," ujarnya. 

Lebih jauh Alamsyah menjelaskan, pihak dinas sudah berupaya untuk menekan kasus DBD bahkan pihak dinas kesehatan sudah memberikan kepada masyarakat abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. 

Ironisnya masyarakat tidak mendukung program dinas kesehatan untuk membasmi jentik nyamuk penyebar DBD tersebut. 

"Saya berharap agar masyarakat ikut serta membantu dinas kesehatan untuk menekan kasus DBD yang trendnya semakin meningkat. Masyarakat seharusnya membersihkan lingkungannya dari sampah yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti," katanya. 

Menyinggung soal penyebab semakin tingginya trend kenaikan kasus DBD di Mamuju, menurut, Alamsyah penyebab utama tingginya kasus DBD di Mamuju karena faktor cuaca yang tengah pancaroba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini cuaca di Mamuju dalam masa pancaroba akibatnya perkembang biakan nyamuk aedes aegypti sangat cepat. Kalau tidak cepat dibasmi jentik nyamuk maka akan menjadi penyebar kasus DBD," ujarnya. 

Meskipun saat ini trend peningkatan kasus DBD di Mamuju mengalami lonjakan tajam namun Dinas Kesejatan Mamuju menjadikan kasus DBD dalam Kondisi Luar Biasa (KLB).(gki/ask) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT