News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wabah Virus ASF Menyebar, Ribuan Ekor Babi di Gowa Mati   

Ribuan ekor babi di peternakan milik warga yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mati akibat terjangkit virus African Swine Faver (ASF).
Kamis, 18 Mei 2023 - 10:34 WIB
Ribuan ekor babi di peternakan milik warga yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mati akibat terjangkit virus African Swine Faver (ASF).
Sumber :
  • Tim Tvone-Idris Tajannang

Gowa, tvOnenews.com - Ribuan ekor babi di peternakan milik warga yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mati akibat terjangkit virus African Swine Faver (ASF).

"Populasi babi yang ada di Kabupaten gowa itu 25.000 ekor. Untuk di Desa Paccellekang itu 15.000 populasinya dan di Desa Balang papa' Kecamatan Bontomarannu ada 10.000 ekor, sekarang sisa 70 ekor saja,” kata Kadis Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Suhriati, Rabu (17/5/23).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari 25.000 populasi babi yang ada di Kabupaten Gowa, hanya tersisa 70 ekor babi yang masih hidup.

Laporan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan, ada 3 wilayah yang menjadi lokasi penyebaran Virus African Swine Faver (ASF) atau flu babi Afrika, salah satunya di Kabupaten Gowa.

Bahkan Virus flu babi Afrika tersebut sudah masuk ke Kabupaten Gowa sejak Januari lalu dan sudah dinyatakan positif.

Suhriati menyebutkan untuk babi yang mati akibat terserang virus ASF diperkirakan 200 sampai 500 ekor, tergantung jumlah populasi yang ada di kandang.

"Jadi untuk babi yang mati per harinya, itu tergantung berapa jumlah populasi yang ada di kandang tersebut. Bisa 200 bisa juga 500 ekor,” jelasnya.

Terkait penyebaran virus tersebut, Kadis Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa menjelaskan, bisa saja virus tersebut menyebar melalui pakaian, kontak langsung, hingga kendaraan, pakan dan peralatannya yang terkontaminasi.

"Penyebarannya itu bisa dari melalui pakaian, kontak langsung di peralatan pakannya dan kendaraan pakan yang terkontaminasi,” sebutnya.

ia juga menyebutkan, jika 25.000 populasi babi yang ada di Gowa, dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu di Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang dan di Desa Balang Papa' Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

"Kalau data hari ini untuk di Paccellekang itu dari 15.000 populasi, tersisa 70 ribu ekor karena memang ini virusnya cepat penularannya dan mematikan. Kalau di Balang Papa' mungkin sudah habis Populasinya dari 10.000 ekor populasinya,” tegasnya.

"Jadi dengan adanya virus yang mematikan dengan jumlah populasi yang 25.000 itu, kami menyampaikan untuk melakukan pengosongan kandang. Nah, nanti kami turun lagi untuk mengecek bersama BPBD Maros, karena diagnosanya harus hasil uji lab untuk memastikan apa virus ini masih ada atau tidak,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjut Kadis Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, kalau sudah aman dari penyebaran virus, pihaknya akan menyampaikan ke peternak untuk bisa melanjutkan lagi usaha peternakan babinya, untuk mengisi kandangnya kembali.

"Jadi upayanya kita itu harus melakukan kebersihan secara rutin dan melakukan disinfeksi. ini penting sekali dan penyemprotan disinfektan di sekitar kandang. seperti itu yang kami sampaikan,” terangnya.(itg/ask)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT