News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituduh Pegang Payudara Wanita, Pria di Gowa Dikeroyok hingga Tewas

MDS (46) Warga Dusun Kappoloe, Kecamatan Biring Bulu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan, tewas mengenaskan usai dikeroyok belasan pelaku menggunakan senjata tajam.
Selasa, 7 Maret 2023 - 09:03 WIB
Suasana di depan ruang kamar jenazah Biddokkes Polda Sulsel RS Bhayangkara Makassar, keluarga menunggu proses otopsi korban, Selasa (7/3/2023)
Sumber :
  • Tim Tvone-Idris Tajannang

Gowa, tvOnenews.com - Seorang pria berinisial MDS (46) Warga di Dusun Kappoloe, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tewas mengenaskan usai dikeroyok belasan pelaku menggunakan senjata tajam.

"Informasinya korban diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap wanita yang diketahui adalah ponakan pelaku. Jadi menurut pelaku ini adalah siri, jadi pelaku bersama beberapa orang lainnya merencanakan untuk melakukan kejadian tadi malam di rumah korban," kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, Selasa (7/3/23).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tragis itu bermula saat korban berinisial MDS dituduh melakukan aksi tidak senonoh dengan memegang payudara seorang wanita di lokasi hajatan yang diduga ponakan dari pelaku.

Karena tidak terima, paman wanita tersebut mendatangi rumah MDS dengan membawa sejumlah orang yang diperkirakan ada belasan orang.

Kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, kejadian penganiayaan secara bersama-sama itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, di mana para pelaku mendatangi rumah korban lalu melakukan penganiayaan sampai korban tewas mengenaskan.

"Pada saat korban sedang tidur para pelaku masuk rumah dan merusak kamar korban hingga akhirnya korban dianiaya. Sempat korban dikejar sampai di sawah dan di situlah korban mengalami luka bacok serius di beberapa titik di bagian tubuhnya," sambungnya.

Lanjut Kapolres Gowa, korban kini dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi.

"Atas persetujuan dari pihak keluarga korban, malam ini langsung kita bawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.

Kata Kapolres, antara korban dengan pelaku masih ada hubungan keluarga, termasuk korban dengan wanita yang mengaku dilecehkan oleh korban.

"Mereka ini masih ada hubungan keluarga, termasuk wanita yang mengaku dilecehkan oleh korban," tutupnya.

Sementara itu, anak korban yang ditemui di Biddokkes Polda Sulsel di rumah sakit Bhayangkara Makassar mengungkap jika ayahnya dikeroyok oleh belasan orang.

Anak korban mengaku, saat kejadian semua yang berada di dalam rumahnya sedang tertidur pulas, namun tiba-tiba sekelompok orang masuk ke dalam dengan merusak pintu dan jendela rumahnya lalu melakukan penganiayaan.

"Kalau dari depan ada sekitar 5 orang, dari belakang juga sama sekitar ada 5 orang juga, tapi di bawah itu belasan massa yang menunggu," kata Sri anak Korban.

Sri, anak korban yang menyaksikan kejadian malam itu, melihat rumahnya dirusak oleh belasan orang. Kemudia para pelaku masuk dan mencari ayahnya, bahkan seisi rumah diacak-acak.

"Ayah saya saat itu sembunyi di kamar, namun karena para pelaku mengobrak-abrik kamar, sehingga ayah saya ketahuan bersembunyi," ungkapnya.

Karena diserang oleh para pelaku dengan lemparan, korban kemudian turun dari atas rumah dan berusaha melarikan diri.

"Sempat terjadi adu mulut antara ayah saya sama beberapa pelaku, ayah saya mencoba menjelaskan terkait kejadian itu, namun justru para pelaku menyerang ayah saya," sambungnya.

Namun nahasnya, korban justru kedapatan oleh massa yang berada di bawah rumah, hingga dianiaya dan tewas dengan luka serius di sekujur tubuhnya.

"Ayah saya ditemukan di sawah dengan luka serius di sekujur tubuhnya," jelas anak korban sambil meneteskan air mata.

Terkait tuduhan pelecehan dengan memegang payudara wanita yang diketahui ponakan pelaku, Sri Utami membantah tuduhan tersebut.

"Tuduhan itu tidak benar, kalau penjelasan ayah saya, saat itu memberikan sapu itupun jaraknya jauh," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kejadian ini, Polres Gowa menerjunkan sejumlah personilnya untuk berjaga di lokasi kejadian, untuk mengantisipasi aksi balas dendam.

Sementara sejumlah pelaku yang lebih dari belasan orang tersebut, kini dalam pengejaran kepolisian. (Itg/ask)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT