News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gakkum Telusuri Rakit Kayu Ilegal Sungai Pawan, 1.500 Batang Disita di Hutan Ulak Medang

Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal-usul rakit kayu ilegal yang diamankan di Sungai Pawan hingga ke kawasan Hutan Ulak Medang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Rabu, 21 Januari 2026 - 12:45 WIB
Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal-usul rakit kayu ilegal yang diamankan di Sungai Pawan hingga ke kawasan Hutan Ulak Medang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal-usul rakit kayu ilegal yang diamankan di Sungai Pawan hingga ke kawasan Hutan Ulak Medang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dari penelusuran tersebut, petugas menemukan lokasi penebangan dan penimbunan kayu tanpa izin di dalam kawasan hutan produksi.

Di lokasi itu, tim Gakkum Kehutanan mengamankan lebih dari 1.500 batang kayu ilegal beserta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas pembalakan liar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelusuran dilakukan hanya beberapa jam setelah petugas menggagalkan peredaran satu rakit kayu di Sungai Pawan pada Sabtu (17/1/2026) dini hari. Rakit berisi sekitar 600 batang kayu bulat jenis rimba campuran itu dicegat saat merapat di seberang sebuah industri pengolahan kayu di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ratusan batang kayu tersebut tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) maupun dokumen perizinan lain yang dipersyaratkan. Temuan itu menjadi pintu masuk bagi petugas untuk menelusuri jalur distribusi kayu hingga ke hulu Sungai Pawan.

Setibanya di Desa Ulak Medang, petugas menemukan sejumlah titik aktivitas penebangan dan penimbunan kayu di dalam kawasan hutan produksi Sungai Sentap–Kacang. Akses menuju lokasi tergolong sulit karena harus ditempuh melalui jalur sungai dan berjalan kaki menembus hutan.

“Lokasinya berada di hutan produksi Sungai Sentap–Kacang, dengan medan yang cukup berat,” ujar Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Leonardo Gultom, melalui keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal-usul rakit kayu ilegal yang diamankan di Sungai Pawan hingga ke kawasan Hutan Ulak Medang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan menelusuri asal-usul rakit kayu ilegal yang diamankan di Sungai Pawan hingga ke kawasan Hutan Ulak Medang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Sumber :
  • Istimewa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Leonardo menjelaskan, penindakan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas pengangkutan kayu bulat dari hulu Sungai Pawan yang dinilai mencurigakan. Informasi itu segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

“Tim bergerak cepat dan mendapati rakit kayu sudah merapat di sebuah industri pengolahan kayu pada dini hari. Saat diperiksa, tidak ada dokumen yang dapat ditunjukkan. Dari situ kami telusuri asal kayunya hingga ke Ulak Medang,” katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT