News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Vaksin Booster di Sikka Hanya 1,27 Persen karena Minat ASN dan Warga Rendah

Minat masyarakat dan ASN untuk mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19 dosis ke-3 atau booster di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sangat rendah
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 17 Februari 2022 - 08:53 WIB
Vaksinasi Covid-19 di Sikka
Sumber :
  • Tovik Koban

Sikka, Nusa Tenggara Timur - Minat masyarakat dan ASN untuk mendapatkan pelayanan vaksin Covid-19 dosis ke-3 atau booster di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sangat rendah dan baru mencapai 1,27 persen dari target sasaran sebanyak 228.606 jiwa. 

"Data per tanggal 14 februari 2022, yang sudah dapat dosis ke-3 atau booster sebanyak 2.901 untuk kategori masyarakat umum dan juga ASN non medis.  Penyebabnya karena masih rendahnya minat dan kesadaran untuk vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,  Petrus Herlimus, kepada tvonenews.com usai apel kesadaran Korpri di kantor Bupati Sikka, Kamis (17/2) pagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herlinus menjelaskan, sejak pelaksaan vaksinasi booster diluncurkan pertengahan Januari 2022 lalu, hanya kelompok tenaga kesehatan saja yang sudah mencapai 84,3 persen atau sebanyak 2007 nakes dari jumlah sasaran 2.382 jiwa. Sementara untuk Lansia dari sasaran 29.089 jiwa, baru 343 jiwa yang divaksin booster. Sedangkan untuk kategori remaja dan anak mencapai 0 persen. 

"Selain rendahnya minat dan kesadaran akan pentingnya vaksin booster, juga terkait persyarakat jarak penyuntikan vaksin kedua dengan ketiga belum memenuhi persyaratan minimal enam bulan. Ini juga menjadi salah satu penyebab masih rendahnya pemberian vaksin boostet," jelasnya. 

Guna mempercepat pelayanan vaksin ke-3 atau booster lanjut, Herlimus, pihak satuan tugas penanganan Covid-19 melalui dinas kesehatan selain membuka pelayanan di tingkat puskesmas, juga menggelar pelayanan vaksin di sejumlah tempat seperti pasar, pelabuhan, dan instansi pemerintah. 

"Pelayanan vaksin booster di kantor Bupati Sikka misalnya, ini merupakan salah satu langkah agar kelompok pelayan publik seperti aparatus sipil negara yang ada, bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksin dosis ke-3 apalagi di tengah ancaman Omicron saat ini," pinta Herlimus. (Tovik Koban/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT