News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

12 Warga Dituduh Mencuri Buah Sawit, Gedung DPRD Kotim Digeruduk Massa

Ratusan warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, menggeruduk gedung DPRD Kotim menuntut pembebasan 12 warga yang ditangkap polisi
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:56 WIB
Dua orang ibu yang anaknya ditangkap menangis histeris di DPRD Kotim, menuntut pembebasan anaknya
Sumber :
  • Tim Tvone-Didi

Kotawaringin Timur, Kalteng - Ratusan warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggeruduk gedung DPRD setempat, menuntut pembebasan 12 orang warga mereka yang ditangkap aparat Polres Kotim, dengan tuduhan mencuri buah sawit.

"Perusahaan itu tidak punya dasar melaporkan warga yang melakukan panen buah sawit di lahan kebun sawit milik kelompok tani desa Ramban," tegas, Karliansyah, kordinator aksi, Kamis (20/01/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ratusan warga ini mendatangi gedung dewan dengan membawa sejumlah poster dan baleho, yang berisi tuntutan pembebasan warga mereka, serta mempersoalkan keberadaan PT Menteng Jaya Sawit Perdana (MJSP) yang dituduh telah melaporkan warga saat memanen buah sawit, hingga akhirnya ditangkap polisi.

Ke 12 warga yang diamankan tersebut yaitu, Romansyah, M Taufik, Jumbri Setiawan, Tami, Junaidi, Nasrianto, Agus Syawal, Muhammad Fahruzi, Saini, Enal, dan Supiansyah.

Menurut Karliansyah, lahan tersebut sebenarnya berada di areal hutan produksi (HP), sehingga perusahaan tidak berhak atas lahan seluas 2000 hektar lebih, karena mereka tidak memiliki izin atas lahan tersebut.

Karena itu, sambung Karliansyah, dirinya bersama warga desa Ramban lainnya meminta kepada pemerintah daerah dan DPRD Kotim, agar mengusut keberadaan perusahaan PT MJSP.

Yang cukup miris, saat aksi berlangsung adalah kehadiran para keluarga 12 orang yang saat ini telah ditahan polisi. Sejak mereka ditangkap, kehidupan keluarganya menjadi semakin sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Anak saya adalah satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga kami, semenjak anak saya ditangkap, kehidupan kami yang awalnya memang sudah susah, menjadi lebih susah. Tolong lepaskan anak saya," teriak seorang ibu bernama Dahlia, sambil menangis histeris.

Kedatangan warga desa Ramban ini nampak disambut oleh ketua DPRD Kotim, Rinie serta pimpinan dewan lainnya. Mereka berjanji akan menindaklanjutinya, dengan melaksanakan RDP yang menghadirkan semua pihak terkait, untuk mencari solusi penyelesaian masalah ini. (Didi Syachwani/Ask)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT