Stop Panic Buying LPG 3 KG, Tim Reskrim Polresta Banyuwangi Sidak SPPBE di Banyuwangi
- tvOne - Happy Oktavia
Banyuwangi, tvOnenews.com – Jalur distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan pengawasan ketat tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi. Caranya, seperti inspeksi mendadak (sidak) disejumlah Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (09/04). Tujuannya untuk menjamin ketersediaan stok tercukupi dan mencegah terjadinya tindak pidana penyalahgunaan energi bersubsidi.
Saat sidak di salah satu SPPBE di kecamatan Rogojampi, timsus langsung mengecek akurasi mesin pengisian, jalur pipa distribusi, kualitas segel, hingga pengambilan sampel berat tabung gas.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menyatakan hasil pantauan di lapangan menunjukkan ketersediaan gas dalam kondisi aman.
“Seluruh proses pengisian telah memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan. Kami belum menemukan adanya indikasi pengurangan takaran, manipulasi volume, maupun praktik pengoplosan gas yang merugikan konsumen,” ujar Kompol Lanang.
Dari data Pertamina, kuota tahun 2026 untuk Kabupaten Banyuwangi sebanyak 18.318.667 tabung atau setara dengan 54.956 Metric Ton. Hingga 31 Maret 2026 realisasi penyaluran telah mencapai 4.903.360 tabung (108,8 persen terhadap kuota YTD). Dengan rata-rata penyaluran harian mencapai 63.500 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pangkalan aktif.
Meski stok melimpah, timsus mengingatkan kalau gas subsidi 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera dan usaha mikro. Sedangkan sektor usaha menengah ke atas seperti hotel, restoran besar, dan usaha binatu dilarang menggunakan tabung melon.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan pengawasan berjenjang.
"LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat prasejahtera yang disubsidi oleh negara sehingga penggunaannya harus tepat sasaran. Kami tidak akan mentolerir adanya praktik ilegal, baik itu penimbunan, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi yang mencekik rakyat, maupun tindakan pengoplosan tabung subsidi ke non-subsidi,” tegas Kombes Pol Rofiq.
Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Polisi dan instansi terkait terus bersinergi guna memastikan distribusi gas elpiji tetap lancar dan harganya stabil sesuai ketentuan pemerintah.
“Masyarakat harus segera lapor polisi jika menemukan adanya indikasi kecurangan di lapangan,” pungkas Kombes Pol Rofiq. (hoa/ias)
Load more