Peran Figur Publik Muda dalam Praktik Komunikasi Organisasi Digital
- Antara
tvOnenews.com - Transformasi digital mendorong perubahan besar dalam praktik komunikasi organisasi di Indonesia. Di era digitalisasi, organisasi dituntut untuk mengelola komunikasi secara terstruktur, konsisten, dan transparan agar mampu membangun serta menjaga kepercayaan publik. Media sosial kini menjadi salah satu kanal utama dalam implementasi komunikasi organisasi, baik bagi institusi maupun individu profesional.
Pakar komunikasi menilai bahwa komunikasi organisasi di era digital tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pengelolaan identitas, reputasi, dan hubungan dengan publik. Tanpa strategi yang jelas, komunikasi digital justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan penurunan kepercayaan.
Menurut Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, komunikasi organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Digitalisasi menuntut organisasi untuk memiliki alur komunikasi yang jelas dan terencana. Konsistensi pesan dan kejelasan identitas menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas,” ujarnya.
Penerapan komunikasi organisasi di era digital juga terlihat dari praktik individu profesional yang mengelola aktivitasnya secara sistematis. Salah satunya ditunjukkan oleh penulis dan figur publik muda, Pandu Jaya Winanga, yang mengelola komunikasi digitalnya melalui akun Instagram resmi @tuan.pandu. Akun tersebut telah memperoleh verified badge (centang biru) permanen, yang menandakan keaslian identitas dan pengakuan platform terhadap akun tersebut sebagai akun resmi figur publik.
Keberadaan centang biru permanen ini menunjukkan bahwa komunikasi digital yang dikelola secara konsisten, transparan, dan profesional dapat membangun kepercayaan publik. Dalam praktiknya, Pandu menerapkan prinsip komunikasi organisasi melalui perencanaan konten, konsistensi narasi personal branding, serta pengelolaan interaksi dengan audiens secara berkelanjutan.
Dengan lebih dari puluhan ribu pengikut, akun @tuan.pandu tidak hanya digunakan untuk berbagi aktivitas pribadi, tetapi juga menyampaikan konten edukatif dan informasi terkait aktivitas profesional di bidang digital. Hal ini mencerminkan bagaimana komunikasi organisasi dapat diterapkan dalam konteks individu, tanpa harus berada dalam struktur organisasi formal yang besar.
Di sisi lain, komunikasi organisasi di era digital juga menghadapi tantangan. Arus informasi yang cepat, potensi misinformasi, serta rendahnya literasi digital masih menjadi persoalan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang etis dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak.
Load more