Jombang, tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H atau tahun 2025, suasana di Stasiun Jombang semakin padat oleh para pemudik. Lonjakan volume penumpang terlihat setiap harinya, dengan ribuan tiket kereta yang telah ludes terjual.
Para penumpang terlebih dahulu melakukan pencetakan tiket sebelum memasuki ruang tunggu. Setelah itu, tiket diperiksa oleh petugas dengan menunjukkan kartu tanda pengenal sebagai syarat keberangkatan.
Berdasarkan data dari DAOP 7 Madiun yang membawahi Stasiun Jombang, sebanyak 85 ribu kursi kereta api disediakan untuk masa mudik Lebaran tahun ini. Namun, untuk keberangkatan menuju Jombang, semua tiket telah terjual habis.
Supervisor Pelayanan dan Komersial Stasiun Jombang, Waluyo, menjelaskan meskipun demikian, masih tersedia sekitar 20 persen tiket bagi calon penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Jombang. Volume penumpang di stasiun ini meningkat drastis, dengan kenaikan sekitar 50 hingga 80 persen setiap hari dibandingkan kondisi normal.
“Alhamdulillah, pada arus mudik tahun ini penjualan tiket mengalami peningkatan mulai dari 50 sampai 80 persen,” kata Waluyo kepada awak media, Sabtu (22/3).
Pada hari biasa, jumlah penumpang di Stasiun Jombang hanya sekitar 600 orang, namun saat ini melonjak menjadi 1.700 penumpang per hari. Untuk kereta api jarak jauh, jumlah penumpang berkisar antara 500 hingga 700 orang setiap hari, sementara untuk kereta api lokal, jumlah penumpang mencapai 600 hingga 1.000 orang dari berbagai jurusan.
“Rata-rata hariannya itu dari 900 an, kini mencapai 1.700 penumpang," tambahnya.
Selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, mulai dari 21 Maret hingga 11 April 2025, PT KAI DAOP 7 Madiun telah menambah satu kereta api yang melintasi Stasiun Jombang untuk mengakomodasi tingginya permintaan. KAI juga memprediksi lonjakan penumpang akan semakin membludak pada pekan terakhir menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kalau untuk tiket dari Jakarta ke Jombang rata-rata sudah habis. Sedangkan untuk ke arah barat yaitu Bandung, Jogja masih ada ketersediaan tiket,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pemudik, Siti Nur Nabila, mengungkapkan antusiasmenya bisa kembali ke kampung halaman, meskipun harus bersaing dengan ribuan pemudik lain untuk mendapatkan tiket kereta.
“Mudik dari Jombang mau ke Jogja. Paling sekitar dua minggu. Lebih memilih pakai kereta karena enak dan nyaman. Tidak macet juga,” ungkapnya. (roi/far)
Load more