News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Kabupaten Jember, Dua Rumah Rusak Parah

Hujan deras yang disertai angin kencang menerpa hampir seluruh bagian Kabupaten Jember, Rabu (19/3) Siang.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 19 Maret 2025 - 13:37 WIB
rumah warga di Desa Mojosari, Kecamatan Puger
Sumber :
  • tvOne - sinto sofian

Jember, tvOnenews.com - Hujan deras yang disertai angin kencang menerpa hampir seluruh bagian Kabupaten Jember, Rabu (19/3) Siang.

Peristiwa ini membuat dua rumah rusak parah dan hampir tidak bisa ditempati kembali. Kerusakan parah ini rata rata atap rumah mereka yang rusak berjatuhan diterpa hujan disertai angin kencang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerusakan ini menimpa di rumah warga di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Bahkan salah satu korbannya adalah pasangan lansia. 

Ketua RW 06 Dusun Krajan Desa Mojosari, Ismoyo (55) mengatakan bahwa intensitas hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pagi ketika orang orang hendak pergi ke sawah.

"Hujan sebenarnya sejak dini hari mas, namun sempat berhenti. Yang parah itu hujannya mulai jam 06.30 WIB, anginnya juga kencang mas. Warga kami tadi ada yang berteriak minta tolong, saya ada maling ternyata atap rumah mereka berjatuhan," kata Ismoyo ketua RW 06.

"Selanjutnya saya laporan ke pemerintah desa Mojosari mas, dan relawan Tagana turun ke lokasi guna melakukan pendataan dan berupaya membantu untuk mengatasi atap rumah para korban," imbuhnya.

Sementara itu Sahabat Tagana, Ismanto (43) mengatakan mendapat laporan warga ada kerusakan atap rumah akibat diterpa hujan disertai angin kencang. Dirinya bersama beberapa jajaran meninjau lokasi memastikan keselamatan warga.

"Saya mendapat laporan ada atap rumah rusak mas, setelah saya inventarisir ada dua korban yang rumahnya rusak parah akibat atap yang berjatuhan, yakni rumah bapak Hermanto dan Kakek Tamat. Atap ruang kamar dan ruang tamu rusak parah mas," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selanjutnya saya laporkan kejadian ini ke pihak kecamatan sekaligus ke BPBD Kabupaten Jember untuk penanganan selanjutnya. Kami bersama bhabinkamtibmas dan Babinsa berupaya membersihkan puing puing dan melakukan upaya menggeser perabotan agar tidak terkena hujan," ulasnya.

Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jember mengalami hujan deras disertai angin kencang sejak pagi hari, namun durasi hujan terjadi selama antara satu dan dua jam saja, dan kondisi di Kabupaten Jember saat ini masih diselimuti awan mendung dan potensi hujan bisa kembali terjadi. (sss/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT