Surabaya, tvOnenews.com - Tim Antasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja mencetak prestasi gemilang di ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia-Pacific and The Middle East 2025.
Kompetisi SEM 2025 yang berlangsung di Lusail International Circuit, Doha, Qatar pada 8-12 Februari 2025 ini menyaksikan empat kemenangan signifikan yang berhasil diraih oleh tim kebanggaan ITS tersebut.
Dalam kategori on-track, Tim Antasena berhasil meraih juara ketiga pada kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell. Selain itu, mereka juga meraih tiga penghargaan dalam kategori off-track, yakni juara kedua Communication Award, penghargaan Place Carbon Footprint Reduction Award, serta juara pertama dalam kategori Vehicle Design Award Prototype Category, yang merupakan kompetisi baru di SEM 2025. Keberhasilan ini merupakan bukti keunggulan desain dan efisiensi kendaraan yang dihasilkan oleh Tim Antasena.
Mobil yang dirancang oleh Tim Antasena mampu mencatatkan efisiensi bahan bakar luar biasa, mencapai 314 km per liter.
Saifulloh Yusuf, General Manager Tim Antasena ITS, Rabu (19/2) menyatakan bahwa keberhasilan ini berkat inovasi dan strategi yang diterapkan tim. Mereka berhasil meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 40 persen dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya.
Strategi matang yang diterapkan tim mencakup berbagai aspek penilaian kompetisi. Faktor aerodinamika kendaraan, manajemen energi, dan strategi pengemudian mereka optimalkan untuk meraih kemenangan dari 61 tim yang berasal dari berbagai negara. Tim Antasena juga tidak melupakan detail teknis, sehingga kendaraan yang mereka ciptakan bisa mencapai performa terbaik.
“Kesuksesan kami bukan hanya karena teknologi, tetapi juga berkat kerja sama yang solid antar anggota tim,” ungkap Azil, salah satu anggota tim.
“Kami bekerja keras untuk memastikan setiap divisi berkoordinasi dengan baik dan setiap anggota memiliki peran yang jelas," tambahnya.
Meski hanya memiliki waktu persiapan enam bulan, Tim Antasena ITS tetap berhasil merancang dua kendaraan sekaligus. Hal ini menjadi tantangan besar bagi mereka, namun dengan semangat kekompakan tim, termasuk divisi teknik, desain, dan strategi, mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Kesuksesan di SEM 2025 ini bukanlah akhir bagi Tim Antasena. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi yang mereka rancang agar dapat berkontribusi lebih dalam memajukan efisiensi energi terbarukan, khususnya dalam pemanfaatan bahan bakar hidrogen. Selain itu, pencapaian mereka juga turut mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam SDG 7 “Energi Bersih dan Terjangkau,” SDG 9 “Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,” dan SDG 12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.”
Kemenangan ini semakin istimewa mengingat Tim Sapu Angin ITS juga berhasil meraih juara di SEM 2025, mengukir tinta emas untuk Indonesia.
Load more