Cantiknya, Gaun Karya Terbaru Desain Asal Bojonegoro Tampil di “Etnura Fashion Festival” 2025
- dewi rina
Bojonegoro, tvOnenews.com - Patut berbangga pada empat desainer muda asal Bojonegoro bisa tampil di Etnura (etnik nusantara) Fashion Festival, di Dyandra Hall Convention, Surabaya, Rabu (12/2/25).
Para desainer asal Kabupaten Bojonegoro bersaing dengan daerah lain dengan memadukan karya perajin batik khas Bojonegoro dalam “Etnura Fashion Festival” 2025.
Mereka adalah Imaniar Abil Fada dengan perajin batik Marely batik, Puji Rahayu, Ilham Muttaqin berkolaborasi dengan Paini, perajin batik bermerek Mak Ni Batik, Shela Dwi Rahmawati dengan pemilik merek Kembang Mayang Batik Liswati Rosalinda dan Vianawati dengan perajin batik E-Seto bernama Seto Utoro.
Tampilan yang berkesan elagan dan warna yang cerah terkombinasi dengan baik membuat yang memakainya menjadi sosok yang berbeda.
Penjabat Bupati Bojonegoro, Adriyanto bersama istrinya Dian Adiyanti Adriyanto sebagai Pj Ketua Dekrasnada Kabupaten Bojonegoro tampil begitu menawan. Dengan senyum keramahannya, warna kecokelatan kombinasi orange dan bergaris, motif batik dengan warna dasar hitam dengan motifnya menjadi khas tersendiri dari Bojonegoro.
Begitu pula istri Bupati Bojonegoro Terpilih Setyo Wahono, Sri Budi Cantika Yuli warna dasar hitam dan corak kembang etnik khas motif batik Bojonegoro juga tampil mempesona.
Nurul Azizah mantan Sekda Bojonegoro yang saat ini menjadi Wakil Bupati Terpilih juga ikut tampil dalam event tersebut juga tampak anggun muda dengan kombinasi jilbab merah muda.
Pj Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro, Dian Adiyanti Adriyanto ditemui tvOnenews.com di rumah Dinas Bupati, Selasa (11/2/25), mengatakan, bahwa event Etnura itu adalah kumpulan para desainer di wilayah Jawa Timur.
Dikesempatan event Etnur Fashion Festival, kabupaten yang diundang untuk tampil meliputi Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo, dan Nganjuk.
“Masing-masing kabupaten membawa para desainer muda yang sudah terlatih. Dan kemudian mereka bekerjasama dengan para perajin batik di sini (red, Bojonegoro). Hasil karya mereka kemudian ditampilkan dalam Etnura Fashion Festival yang akan diperagakan oleh para model dari Jawa Timur,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu juga dilaunching motif batik baru yang ikut serta tampil karya Seto Utoro perajin batik asal Kecamatan Temayang.
“Alhamdulilah, saya dan bapak diberikan hadiah untuk kenang-kenangan desain motif baru karya Seto Utoro diberi nama “Sukmaswasti” sekalian dilaunching dalam acara nanti,” tambahnya.
Motif Sukmaswasti terinspirasi dari sosok Dian Adiyanti Adriyanto, dimana dalam motif tersebut dikatakan Dian Adiyanti, terdapat filosofinya. Ada kayangan api, awan, dan kupu-kupu sedang bermetamorfosa.
“Itulah perjalanan kupu-kupu dari ulat menjadi kupu-kupu indah yang ingin disampaikan didalam proses para IKM dan Dekrasnada berproses di Kabupaten Bojonegoro,” jabarnya.
Etnura Fashion Festival ini adalah peluang bagi para desainer muda untuk mempertunjukkan ke ajang regional maupun nasional.
“Ini lo, karya desainer muda asal Bojonegoro bisa mengolah menjadi karya cantik batik khas Bojonegoro, regenerasi itu penting banget dan wajib kita pupuk terus, jangan biarkan mereka hanya jadi tukang jahit. Saat kita bisa hadir untuk mereka ternyata hasilnya wow, keren-keren desainer muda Bojonegoro,” tandas Dian Adiyanti.
Delapan baju hasil karya empat desainer Kabupaten Bojonegoro ini dipertunjukkan di atas catwalk dalam event Etnura Fashion Indonesia.
”Mudah-mudahan ke depannya karya batik Bojonegoro bisa lebih dikenal lebih luas, dan para desainer juga tidak kalah dengan kabupaten lainnya. Sehingga akan bertumbuh terus regenerasi desainer baru di Bojonegoro dengan pengharapan akan terwujud perekonomian mandiri di lingkungan mereka,”pungkasnya tvOnenews.com. (dra/far)
Load more