News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kebakaran Hebat Melanda Rumah di Jalan Muteran IV Surabaya, 15 Mobil Pemadam Dikerahkan

Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Muteran IV, Surabaya, pada pagi hari tadi, sekitar pukul 06:07 WIB.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 30 Desember 2024 - 16:13 WIB
Kebakaran Hebat Melanda Rumah di Jalan Muteran IV Surabaya
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.comKebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Muteran IV, Surabaya, pada pagi hari tadi, sekitar pukul 06:07 WIB. Api yang membumbung tinggi terlihat dari atas genteng rumah milik Ernysurjanti Utami, menyebar dengan cepat hingga menghanguskan seluruh isi rumah yang berukuran 6x15 meter.

Menurut keterangan korban, api pertama kali diketahui oleh anaknya yang masih tertidur. Diduga, kebakaran dipicu oleh obat nyamuk bakar yang terjatuh ke kasur di kamar belakang rumah. Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah dan menyebabkan kepanikan di kalangan penghuni rumah yang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Anak saya yang pertama kali melihat api, dia langsung membangunkan kami semua. Beruntung kami bisa segera keluar dan selamat," ujar Ernysurjanti yang masih syok akibat kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebakaran ini berpotensi meluas karena rumah tersebut terletak di kawasan padat penduduk. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan lain meskipun sempat mengancam sejumlah rumah yang berada di sisi rumah korban.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan sedikitnya 15 mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Namun, petugas sempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena lokasi rumah yang berada di gang kecil dan sulit diakses kendaraan besar.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan, pihaknya mendapat informasi kebakaran pada pukul 06:07 WIB dan segera mengerahkan 15 unit mobil untuk ke lokasi.

“Kami berhasil melokalisir api agar tidak menyebar lebih luas. Sayangnya, rumah korban sudah terbakar habis,” kata Laksita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lokasi rumah tersebut berada di dekat pasar yang padat, dengan akses masuk yang terbatas, sehingga petugas harus menarik selang pemadam sejauh 20 meter untuk mencapai lokasi kebakaran.

"Beruntung api tidak merambat ke bangunan lain. Jika api menyebar, ini bisa sangat berbahaya mengingat kawasan ini padat penduduk," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak DPKP masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT