News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Perseteruan Tarif Parkir Bus Ziarah Wali Rp150 Ribu, Dishub Gresik: Naik Sudah Setahun Kok Baru Protes

Viral di medsos, seorang petugas parkir terminal Wisata Religi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim Gresik diduga tengah berseteru dengan peziarah dan sopir bus.
Rabu, 25 Desember 2024 - 09:51 WIB
Perseteruan biaya parkir bus di wisata religi di Gresik
Sumber :
  • m habib

Gresik, tvOnenews.com - Warga Gresik dibuat gempar dengan viralnya sebuah video di media sosial facebook yang memperlihatkan seorang petugas parkir terminal Wisata Religi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Kelurahan Lumpur, Kabupaten Gresik diduga tengah berseteru dengan peziarah dan sopir bus.

Dalam rekaman video yang diberi deskripsi "juru parkir tagih parkir peziarah di Gresik Rp150 ribu per bus" itu diposting di grup Facebook Gresik Sumpek. Video itu pun lantas mendapatkan ratusan reaksi hingga komentar negatif dari para netizen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Munculnya perseteruan itu diduga bermula dari soal tarif parkir bus yang dianggap terlalu mahal sehingga memantik emosi peziarah dan sopir bus.

Bahkan dalam video itu, terdengar suara seorang perempuan yang merekam kejadian tersebut dengan pria berambut gondrong, juga melakukan protes terhadap petugas parkir.

Peziarah perempuan itu disinyalir nekat memarahi petugas parkir bus karena menganggap tarif parkir sebesar Rp150 ribu untuk satu bus tersebut terlalu mahal dan membuatnya shock.

Sementara itu nampak seorang pria berambut gondrong yang diduga sopir bus juga turut melakukan aksi protes serupa pada juru parkir

Tampak dalam detik detik video itu juga terlihat, meski petugas parkir yang bernama Arif dimarahi, Arif masih terus berusaha menjelaskan jika tarif yang dianggap mahal itu sudah sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. Dan dirinya hanya menjalankan tugas.

Bahkan Arif merasa tak terima saat ia terus menerus dimarahi oleh perempuan dan pria berambut gondrong tersebut sempat terpancing emosi dan mempersilahkan keduanya untuk protes ke Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik.

Terkait kejadian ini Kasi Tata Kelola Prasarana Perhubungan dan Perparkiran Dishub Gresik, Masyhur Arif saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian perseteruan dalam video viral itu.

Masyhur mengungkap, perempuan yang marah merupakan koordinator peziarah asal Pulau Bali.

"Bukan peziarah, tapi perempuan itu koordinator peziarah. Dan pria berambut gondrong yang turut memprotes bukan sopir bus, tapi warga sekitar yang selama ini membantu peziarah," kata Masyhur Arif, Selasa (24/12/2024).

Masyhur yang sekaligus menjabat Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota (PPPWK) Dishub Gresik itu juga menjelaskan, jika selama ini tidak ada kru dan sopir bus yang protes lantaran di terminal sudah terpampang jelas soal tarif parkir.

"Soal tarif parkir yang diprotes, kan di situ jelas ada tulisan yang tertempel di dinding kantor dan juga di banner terpasang jelas terkait tarif. Yang lucu lagi itu pria rambut gondrong selama ini bantu bus peziarah, kan dia sudah tau tarifnya kok ya ikut protes," jelasnya.

Sementara itu, saat mengetahui adanya video perseteruan tarif parkir di terminal Lumpur, Kepala Dishub Gresik, Khusaini juga mengaku kaget.

Khusaini heran melihat koordinator peziarah marah-marah sambil merekam untuk menyudutkan jukir Arif.

"Ceritanya sebelum kejadian itu direkam, koordinator peziarah sudah dijelaskan perihal tarifnya dan mengaku tidak ada masalah lalu dia keluar. Tapi selang beberapa menit perempuan itu tiba-tiba balik lagi bersama pria berambut gondrong, dia merekam dan marah-marah," tuturnya.

Dikatakan Khusaini, sebelumnya ia heran melihat kejadian dalam video. Sebab, tarif parkir yang dipersoalkan sudah berlangsung sejak tahun 2023 lalu.

Merasa janggal dengan kejadian itu, Kadishub melakukan pengecekkan terhadap koordinator peziarah tersebut."

Kan heran juga saya mas, ini tarif Rp150 ribu sudah berlaku selama setahun, bus yang lain sudah pada tahu sejak tahun lalu, kok tiba-tiba ada yang protes marah-marah dan mencoba memviralkan? Setelah saya telusuri ternyata dia dari luar Pulau Jawa dan belum pernah ke sini makanya dia kaget," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kejadian itu, Khusaini mengimbau kepada seluruh koordinator atau panitia peziarah agar melakukan survei terlebih dahulu terkait tarif parkir di semua wisata religi yang hendak dijadikan destinasi atau tempat tujuan peziarah.

"Ada baiknya survei dulu, biar tidak sampai terulang lagi kejadian kayak gini. Karena tarif parkir di makam Wali Songo lainnya ada juga yang naik, seperti di Sunan Drajat Lamongan, itu naik. Nanti gak survei, tiba-tiba ke sana kaget lihat tarif, marah lagi, protes lagi," lanjutnya.

Ditambahkan Khusaini, Arif petugas parkir yang dimarahi itu tidak bersalah. Karena Arif hanya menjalankan tugas dan apa yang dilakukan Arif sudah benar sesuai dengan aturan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Hal ini sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Gresik nomor 55 Tahun 2023 tentang penyesuaian tarif retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir wilayah kawasan wisata Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

"Sesuai Perbup nomor 55 Tahun 2023 ya jenis kendaraan bus, truk, atau sejenisnya (R6) dikenakan tarif Rp150 ribu rupiah untuk sekali parkir di kawasan tersebut," tutupnya. (mhb/far)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT