News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Jember Blokade Jalan Provinsi, Renggut Banyak Korban

Ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (3/12) siang, menuntut perbaikan jalan yang rusak parah.
Selasa, 3 Desember 2024 - 13:05 WIB
warga protes jalan rusak
Sumber :
  • tim tvone - sinto sofiadin

Jember, tvOnenews.com - Ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (3/12) siang, menuntut perbaikan jalan yang rusak parah.

Aksi yang berlangsung di lima titik di sepanjang jalur jalan rambipuji-Puger ini dipicu oleh tingginya angka kecelakaan lalu lintas, akibat kondisi jalan yang memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jalan sepanjang kurang lebih 23 kilometer, mulai dari Kecamatan Puger hingga Rambipuji, menjadi saksi bisu betapa buruknya infrastruktur jalan di wilayah ini. Aspal mengelupas, berlubang, dan bergelombang menjadi pemandangan sehari-hari. 

Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan dan intensitas lalu lintas kendaraan berat, terutama truk tambang.

“Setiap hari kami was-was melintas di jalan ini. Banyak kecelakaan terjadi, bahkan ada yang sampai merenggut nyawa. Jalan rusak ini sudah sangat membahayakan,” ujar Sulam, salah satu peserta aksi.

Dalam aksi ini, warga melakukan blokade jalan dengan membakar ban bekas. Akibatnya, arus lalu lintas sedikit tersendat.

“Kami menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jangan biarkan kami terus menjadi korban,” tegas Sulam.

Salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah tingginya intensitas lalu lintas truk tambang bertonase berat. Kendaraan-kendaraan besar ini melintas tanpa pengawasan dan sanksi yang tegas dari pihak berwenang.

“Kami tidak anti penanaman asing, tapi satu, kesejahteraan masyarakat dan keramahan lingkungan harus diperhatikan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ironisnya, meski telah banyak memakan korban jiwa dan kerugian materiil, belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menindak para pengemudi truk yang melanggar aturan.

“Kami berharap pemerintah dan pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap truk-truk tambang yang merusak jalan. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat jalan rusak,” tuntut para demonstran. (sss/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT