News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gencar Razia Gepeng, Satpol PP Kota Probolinggo Bidik Tempat Mangkal di Persimpangan Traffict Light 

Satpol PP Kota Probolinggo gencar melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik persimpangan traffick light. Terutama pengemis anak.
Selasa, 28 November 2023 - 16:41 WIB
Razia gelandangan dan pengemis
Sumber :
  • m syahwan

Probolinggo, tvOnenews.com - Satpol PP Kota Probolinggo gencar melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik persimpangan traffick light. Terutama membidik para pengemis dengan melibatkan anak di bawah umur.

Kabag Ops Satpol PP Kota Probolinggo Muhammad Choirul Huda mengatakan, dalam kegiatan Razia Gepeng tersebut, sedikitnya sudah ada tiga anak yang diberi pembinaan oleh pihak Satpol PP. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sudah dua hari ini, kami menggelar razia di perempatan Jalan Gusdur, Kawasan King dan perempatan Kopian Ketapang. Hasilnya ada tiga anak yang kita angkut dan kita beri pembinaan,” katanya.

Lebih lanjut Choirul menyampaikan, jika tiga anak yang terjaring razia itu sebenarnya sudah berulang kali terjaring razia. Bahkan pihak Satpol PP juga memberi pembinaan baik terhadap anak dan orang tuanya.

“Ya masak, anak–anak mereka suruh bekerja dengan meminta–minta, sedangkan ayahnya sendiri malah mengantarkan si anak untuk duduk di tepi lampu merah, agar mendapat uang pemberian dari para dermawan yang melintas,” tambahnya.

Ironisnya, orang tua si anak tersebut, malah enak merokok sembari memantau anaknya dari warung kopi terdekat. 

“Kan kalau seperti ini, yang enak ya ayahnya, enak merokok, tidak bekerja, malah anaknya yang disuruh mengemis. Untuk itu, apabila masyarakat hendak beramal lebih baik ke panti asuhan atau pada anak yatim terdekat atau juga bisa ke masjid, agar tidak salah seperti itu,” ungkapnya.

Diketahui hasil dari meminta–minta sangatlah lumayan. Sedikitnya mereka mendapat hasil dari mengemis, hampir mencapai 100 ribu rupiah per hari.

“Sebagai langkah tegas, tiga anak yang terjaring razia kita laporkan ke Dinas Sosial dan Dinas PPA, sehingga mereka akan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah setempat," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya pengemis anak di bawah umur, namun untuk pengemis dewasa dan manusia silver juga menjadi perhatian pihak Satpol PP. 

“Jadi gini, kan mereka ini tetap saja kembali ke jalanan, meskipun sudah berulang kali terkena razia dan pembinaan. Jadi kita sosialisasikan kembali ke masyarakat, agar tidak memberi apapun terhadap pengemis dan tukang minta–minta," tandasnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT