News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Pilihan Calon Presiden, NU Banyuwangi Tunggu Perintah Pusat

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi memastikan akan tegak lurus pada perintah PBNU terkait dukungan Pilpres 2024.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 2 Oktober 2023 - 13:21 WIB
Ketua PC NU Banyuwangi, KH Moh.Ali Makki Zaini
Sumber :
  • tvOne - happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi memastikan akan tegak lurus pada perintah PBNU terkait dukungan Pilpres 2024. Sehingga, masih menunggu perintah dari pusat.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH Mohamad Ali Makki Zaini menyatakan pilpres adalah sebuah langkah administrasi untuk perubahan pemimpin di Indonesia. "Jadi tidak perlu dibuat gawat," katanya, Senin (2/10).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya NU memiliki hirarki yang jelas. Terutama, berkaitan dukungan Pilpres. "Beberapa hari lalu, Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sudah menyampaikan agar pengurus NU dan warga NU menunggu komando," tegasnya.

Arahan dari PBNU ini sangat diperlukan untuk menentukan sikap seluruh pengurus PBNU. Apalagi, jumlahnya ribuan. Pilpres merupakan ajang memilih pemimpin yang berkaitan dengan kemaslahatan, kesejahteraan dan kebaikan rakyat, bagi masyarakat secara umum. Sehingga Rais Aam PBNU memberikan arahan-arahan terkait arah dukungan NU pada Pilpres nanti.

"Bagaimana arahannya, ya kita tinggal nunggu, sebagai pengurus yang ada di bawah tegak lurus kepada dawuh daripada Rais Aam PBNU," lanjutnya.

Saat ini belum ada bocoran arah dukungan PBNU pada pilpres. PBNU tentunya sudah merekam semua bakal capres yang ada. Dalam NU arah dukungan itu ditentukan melalui istikharah dan proses musyawarah. Menurutnya, Keputusan Rais Aam PBNU adalah keputusan yang diambil dengan melibatkan stakeholder yang ada di dalam NU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari PBNU. Arahan itu nantinya akan disampaikan dengan cara tersendiri.
 
"Saya kira NU punya cara tersendiri yang tidak sama dengan cara yang lain," tutupnya. (hoa/gol)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT