Gara-Gara Bakar Sampah, Gudang Rosok di Madiun Ludes Terbakar, Ini Kronologisnya
- tim tvone - miftakhul erfan
Madiun, tvOnenews.com - Sebuah gudang rosok yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Kamis (20/7) sekitar pukul 19.00 WIB ludes terbakar. Kencangnya angin membuat api dengan cepat merembet ke tumpukan rosok lain dan bangunan gudang.
Bahkan Supriono (65) pemilik gudang rosok yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya kewalahan, hingga mengalami luka bakar ringan. Korban langsung mendapat pertolongan tim medis dan PMI yang datang ke lokasi kejadian.
Hindarto (67) tetangga korban mengaku api awalnya berasal dari sampah yang dibakar tak jauh dari gudang. Api sempat dipadamkan namun diduga kencangnya angin membuat bara api pada sampah kembali menyala dan menyambar ke gudang rosok.
“Awalnya dari sampah mas, nyala sendiri padahal sudah dipadamkan. Saya sempat gedor rumahnya kita padamkan sama-sama tapi gak kuat saya mas apinya besar saya lari minta tolong warga,” kata Hindarto.
Terpisah Deni Agung (46) Ketua RT 3 RW 1 Desa setempat mengaku, yang terbakar adalah gudang rosok. Di gudang tersebut ada sampah plastik yang sudah dicuci dan sudah dikemasi untuk dikirim ke Surabaya.
“Yang terbakar hanya rosok mas, lalu membakar tumpukan rosok samping-sampingnya gitu aja. Kanan kiri gudang itu rumah semua, tapi gak terbakar hanya rumah korban yang terbakar sedikit,” ujar Agung.
Warga yang panik pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kencangnya angin membuat api cepat menjalar ke bangunan lain di dalam gudang. Hingga kemudian lapor ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Madiun.
Khawatir api menjalar ke permukiman penduduk yang berdekatan dengan gudang, sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil tangki air milik unit damkar gabungan Kabupaten Madiun dan Madiun Kota pun dikerahkan untuk menjinakkan api.
Sumardi Kasi Penanganan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun mengaku api sulit di padamkan, selain karena yang terbakar adalah sampah plastik juga kencangnya angin.
“Api cepat membesar karena angin kencang mas, jadi sulit dipadamkan, kemudian kendalanya banyaknya warga yang menonton jadi kendaraan kita sulit untuk masuk lokasi,” tandas Sumardi.
Load more