GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Keceplosan", Seorang Pelajar di Kediri Ketahuan Jual 20 Kg Serbuk Petasan melalui COD

Seorang pelajar kelas 2 SMA, asal Mojoroto Kota Kediri, berurusan dengan pihak berwajib, karena aksi nekatnya menjual serbuk petasan seberat 20 kilogram
Jumat, 31 Maret 2023 - 09:56 WIB
nekat, pelajar jual 20 kg serbuk petasan di Ponorogo
Sumber :
  • tim tvone - aris sutikno

Ponorogo, tvOnenews.com - Seorang pelajar kelas 2 SMA, asal Mojoroto Kota Kediri, harus berurusan dengan pihak berwajib, karena aksi nekatnya menjual serbuk petasan seberat 20 kilogram, di wilayah Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Penangkapan pelajar berinisial A (17) ini, bermula saat anggota reskrim Polsek Sampung, sedang ngopi di warung sembari patrol. Saat itu melihat sepeda motor Vario plat nomor AG mondar mandir, dengan membawa dua buah tas punggung, ketika ditanya pelaku mengaku sedang COD (cash on delivery) dengan seseorang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelaku diamankan anggota kita, di Desa Tulung, Kecamatan Sampung. Saat pelaku mau COD-an dengan pembeli," terang Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi.

Niko menerangkan awalnya pelaku tidak mengetahui jika yang diajak ngobrol merupakan anggota Satreskrim Polsek Sampung. Keduanya keasyikan hingga akhirnya pelaku "keceplosan" jika sedang menunggu pembeli dan barang miliknya yang dibawa dari Kediri. Karena tidak curiga, pelajar tersebut berbicara tentang serbuk petasan yang dibawanya merupakan serbuk petasan yang diorder warga Desa Tulung Sampung.

"Saat digeledah masing-masing tas berisi 10 kilogram bubuk petasan. Total ada 20 kilogram yang hendak dijual pelaku ke pembeli, dan dikembangkan, di rumah pelaku ada 5 kilogram," terang Niko. 

Belakangan diketahui pelaku ternyata sebelum menjual bahan peledak di Ponorogo juga pernah bertransaksi di Tulungagung. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara bahan-bahan untuk membuat serbuk petasan didapatkan dari toko online kemudian dia racik dan dijual, pelaku menjual bubuk petasan Rp170 ribu per kilogram. Sistem penjualan dengan COD. 

Meski tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur, namun proses hukum berjalan sesuai mestinya. Tersangka dikenakan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat 12 nomor 51 ancaman hukuman mati seumur hidup dan hukuman penjara 20 tahun. (asn/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulsel, Nilai Langgar AD/ART

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulsel, Nilai Langgar AD/ART

Pelantikan tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta mencederai semangat keberhimpunan pemuda.
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Usaha yang memiliki legalitas jelas, kesiapan finansial, serta perlindungan merek menjadi aset penting untuk naik kelas.
Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Fondasi Hukum Kuat Jadi Aset UMKM Perempuan Naik Kelas

Usaha yang memiliki legalitas jelas, kesiapan finansial, serta perlindungan merek menjadi aset penting untuk naik kelas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT