News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Longsor isolasi 106 KK di Desa Kemuning, Perjuangan 10 Siswa SDN 3 Kemuning Menuntut Ilmu Jalan Kaki 3 Kilometer

106 Kepala Keluarga di Desa Sempu, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan terisolir. Ini terjadi akibat lereng gunung ijo di desa setempat longsor
Kamis, 23 Februari 2023 - 15:46 WIB
Perjuangan 10 Siswa SDN 3 Kemuning Menuntut Ilmu Jalan Kaki 3 Kilometer
Sumber :
  • tvOne - agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com – 106 Kepala Keluarga di Desa Sempu, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan terisolir. Ini terjadi akibat lereng gunung ijo di desa setempat longsor hingga menghancurkan infrastruktur.

Hal ini menyulitkan bagi sejumlah anak sekolah warga  RT 5-9 RW 8 untuk menuju ke sekolah. Mereka adalah Tiara Puji Lestari, Dini Azizah, Ricky Setiawan, Clara Icha Ramadhani, Kendy Febia Valent, Nevida Amela Salsa, Rodhotul Ifanna, Melling, Wartini dan Aisyah Syifa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tempat mereka menimba ilmu adalah SDN 3 Kemuning yang berjarak sekitar 2–3 kilometer dari rumah. Namun, bukan urusan mudah bisa sampai di sekolah. Syifa dan teman-temannya itu harus melewati sungai dengan lebar 30 meter yang memisahkan rumah mereka dengan sekolah.

Bersama teman sekolahnya, Syifa berjalan kaki bisa sampai di sekolah dalam waktu 10 menit. Namun kini, dia beserta anak-anak lainnya membutuhkan waktu ekstra untuk ke sekolah. Paling tidak, mereka harus berangkat setengah jam sebelum bel masuk sekolah.

Bukan tanpa alasan, dua jembatan di atas sungai yang biasa mereka lewati ketika sekolah telah putus diterjang aliran banjir dan tanah longsor dari Gunung Ijo pada November 2022. Selain memutuskan akses jembatan, banjir saat itu juga berdampak pada makin lebarnya sungai yang membelah Dusun Sempu.

Melling, Pelajar kelas IV SD yang diantar Sri Winarti, ibunya menyeberangi sungai ini menyebutkan untuk menyeberang, membutuhkan ektra kewaspadaan. Karena diatas lereng gunung itu meski tidak cuaca hujan, bebatuan bisa turun.

"Rasa takut menghantui kami pak, takut ada banjir dan longsor yang tiba-tiba menerjang," sebutnya.

Siswa lain yang harus menerjang bahaya layaknya Melling adalah Amel, teman satu kelasnya. Pelajar berusia 10 tahun itu berharap segera ada jembatan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‘’Sebenarnya bahaya, seperti ini, berangkat sekolah menyeberangi sungai dan material longsor. Kondisi ini sudah kami alami sejak empat bulan lalu,’’ ungkap Amel.

Sri Winarti selaku orang tua sebenarnya resah dengan keseharian anaknya yang menantang bahaya. Kaki bisa cedera terantuk batu jika terpeleset. Tapi, dia tidak bisa berbuat banyak untuk mengantarkan dan menjemput anaknya ke sekolah.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT