News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lahar Semeru Susulan di Lumajang Menerjang, Jalur Tol Cikali Kembali Ditutup Total

Setelah sempat dibuka selama 15 menit, jalur penyebrangan Curah Kobokan atau Tol Cikali, akhirnya kembali ditutup total akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru
Minggu, 12 Februari 2023 - 21:52 WIB
lahar Semeru susulan menerjang, jalur tol Cikali Ditutup
Sumber :
  • tim tvone - wawan sugiarto

Lumajang, Jawa Timur - Setelah sempat dibuka selama 15 menit, jalur penyebrangan Curah Kobokan atau Tol Cikali, akhirnya kembali ditutup total akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru yang kembali datang, Minggu (12/2). 

Pantauan tim tvonenews.com di lokasi, penutupan ini dilakukan pada pukul 15.15 Wib, beberapa menit sebelum aliran lahar Semeru datang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Demi keselamatan warga, kita putuskan menutup kembali jalur perlintasan Tol Cikali pada pukul 15.15 wib. Penutupan ini dari dari kedua arah, baik Malang maupun Lumajang," kata koordinator Pos Pantau Curah Kobokan Sugiono, Minggu (12/2).

Sekitar pukul 15.20 Wib, terpantau dari sisi utara aliran banjir lahar Gunung Semeru susulan disertai letusan sekunder telah datang di aliran Besuk Kobokan.

"Banjir susulannya lebih besar dari sebelumnya. Informasi yang kami terima dari pos pantau Gunung Semeru, getaran telah mencapai amak 35 mm. Jadi kita juga galau warga dan pengendara agar menjauh dari tepian sungai besuk Lanang, takut aliran lahar meluap," imbuhnya.

Banjir lahar Semeru susulan yang terjadi kali ini, tergolong paling besar dibandingkan dengan sebelumnya. Sebab, banjir lahar kali ini juga menghanyutkan endapan material vulkanik berupa pasir, lumpur dan batu berukuran besar sisa Awan Panas Guguran (APG) yang terjadi Minggu (5/2) pekan kemarin.

"Dibandingkan dengan sebelumnya, lahar kali ini tergolong cukup besar karena juga menghanyutkan material vulkanik sisa APG, " jelasnya.

Akibat penutupan jalur ini, ratusan warga serta kendaraan roda 2 maupun 4, terjebak dalam antrian panjang.

"Tadi sudah nunggu lebih dari 2 jam. Jalur sempat dibuka, tapi sebelum sempat nyebrang, jalur ditutup lagi. Ada banjir susulan katanya," tutur Anang salah satu warga Tulungagung yang hendak melintas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena sudah terlanjur menunggu lama, akhirnya Anang dan rombongan keluarga lainnya memutuskan untuk menunggu air surut daripada harus putar balik.

"Ya terpaksa nunggu surut. Tadi sama sekali tidak menyangka kalau ada lahar soalnya hanya gerimis. Ya mudah-mudahan banjir segera surut lah, mau putar balik juga terlalu jauh, " pungkasnya. (wso/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT