News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelajar SMP di Grobogan Meninggal Dunia Diduga Akibat Perang Sarung, Polisi Periksa 6 Saksi

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan orang meninggal dunia dengan tak wajar di Grobogan, Jawa Tengah. 
Kamis, 26 Februari 2026 - 16:24 WIB
Suasana Rumah Duka di Dusun Mrayun, Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Kamis (26/2/2026)
Sumber :
  • Tim tvOne - Slamet Prayitno

Grobogan, tvOnenews.com - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan orang meninggal dunia dengan tak wajar di Grobogan, Jawa Tengah

Korban pelajar SMP kelas IX asal Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah berinisial ZMR (16) meninggal dunia pada Kamis (26/2/2026) dini hari tadi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut data yang diperolah, korban awalnya mengikuti perang sarung di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Hanya saja, rekan korban melaporkan bahwa ZMR ini mengalami kecelakaan dan motor berlumuran lumpur.

"Kita masih dalami terkait adanya laporan bahwa korban mengalai itu (laka dan motor berlimpur seperti cerita rekan korban). Kita sudah dalami dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari kepada jurnalis, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut jebolan Akpol 2015 ini menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sudah memanggil para saksi dan memeiksanya.

Setidaknya ada 6 saksi yang sudah diperiksa dan masih mengikuti proses pemeriksaan lebih lanjut terkait meninggalnya ZMR (16) remaja kelas 3 SMP ini.

"Ada 6 saksi yang diperiksa dan sudah kita tahan," lanjutnya.

Menurut kepolisian 6 saksi yang ditahan merupakan rekan korban yang tidak lain juga masih anak di bawah umur menurut UU Perlindungan anak.

Sehingga pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan dengan baik guna memecahkan kasus yang menewaskan MZR ini.

Sebelum dinyatakan meningal korban sempat dilarikan ke pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Karena tak mampu menangani, pihak Puskesmas pun membawa korban ke RSUD dr R Soedjati Purwodadi.

Hanya saja takdir berkata lain, ZMR dinyatakan meninggal dunia dan jenazah korban sudah di kamar jenazah RSUD dr R Soedjati. 

Diungkapkan keluarga Muhnadi, pihak keluarga baru mengetahui kondisi korban sekitar 30 menit setelah kejadian, saat teman-temannya mengantarkan ZMR pulang ke rumah.

"Cucu saya sempat dibawa ke rumah, lalu ibu korban meminta untuk segera dibawa ke Puskesmas," ujar Muhnadi.

Korban sempat mendapatkan penanganan di puskesmas hingga pukul 03.00 WIB, namun kondisi ZMR tidak kunjung membaik hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr R Soedjati, Purwodadi.

Namun sayangnya, nyawa siswa kelas IX SMP tersebut tidak tertolong, korban dinyatakan meninggal dunia. Menurut Muhnadi, ditemukan luka memar pada bagian tengkuk cucunya tersebut.

Pihak keluarga kecewa dengan sikap rekan-rekan korban pasca-kejadian. Muhnadi mengungkapkan kekecewaannya karena mendapati adanya dugaan upaya menutupi kejadian yang menimpa ZMR.

Rekan-rekannya bukan langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan saat tidak sadarkan diri, namun mereka diduga merekayasa situasi agar terlihat seperti kecelakaan lalu lintas.

"Motor cucu saya diberi lumpur, dibuat seakan-akan korban kecelakaan," ungkap Muhnadi dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, menurutnya, ketujuh teman yang saat itu bersama korban adalah tetangga sendiri dan teman sepermainan sehari-hari yang sudah sangat akrab.

Polisi masih menyelidiki kasus ini guna mengungkap kematian korban dalam kejadian perang sarung di Desa Termas, Karangrayung. (spo/buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT