Banjir Akibat Meluapnya Sungai Simo Bikin Jalur Pantura Pati–Rembang Macet Sepanjang 5 KM
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Pati, tvOnenews.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Pegunungan Muria, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak Selasa (11/2/2026) pagi hingga siang, menyebabkan Kali Simo meluap dan merendam Jalur Pantura Pati–Rembang.
Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan pantura Pati-Rembang, Desa Widorokandang, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami kemacetan panjang hingga lima kilometer, Rabu (11/2/2026) sore.
Luapan air sungai menggenangi badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan ketinggian air mencapai 25 hingga 30 sentimeter. Kondisi tersebut memaksa para pengendara, terutama kendaraan berat melaju perlahan saat melintasi genangan.
Perlambatan arus kendaraan itu menyebabkan antrean panjang dari kedua arah, baik dari Pati menuju Rembang maupun sebaliknya. Kemacetan terpantau mengular hingga sekitar lima kilometer.
Salah seorang sopir truk, Hendrik, mengaku harus mengantre cukup lama akibat genangan tersebut.
“Macet dari arah lampu merah, kira kira 5 kilometer macetnya. Saya sudah kena macet 1 jam,” kata Hendrik.
Ia berharap penanganan banjir dapat dilakukan lebih maksimal agar jalur Pantura yang merupakan jalur vital distribusi logistik tidak kembali lumpuh saat hujan deras.
“Sungai Simo yang ada di pinggir jalan pantura Pati-Rembang ini kan sering kebanjiran kalau ada hujan deras di kawasan Pegunungan Muria ya. Kami mohon instansi terkait untuk melakukan upaya normalisasi sungai atau pembersihan sampah di sungai agar air tidak meluber ke jalan pantura,” harapnya.
Kaur Bin Ops Satlantas Polresta Pati, Ipda Muslimin mengatakan, genangan terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang membuat debit air Kali Simo meningkat drastis.
“Pada sore hari ini terjadi perlambatan arus lalu lintas yang diakibatkan karena air sungai Simo meluap ke badan jalan. Sehingga pengguna jalan mengurangi kecepatan sehingga terjadi antrian,” kata Kaur Bin Ops Satlantas Polresta Pati, Ipda Muslimin.
“Air mulai naik ke jalan kira kira jam 15.00 WIB. Jam 14.00 WIB kami membersihkan sampah di sungai depan Bumindo. Tapi ternyata setelah kami selesai dari sana, ganti disini yang meluap. Pada saat kami berangkat disini belum melaup. Luberan air ke jalan Pantura ini sekitar dua ratus meter,” lanjutnya.
Petugas Satlantas Polresta Pati langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Polisi juga memberlakukan rekayasa arus dengan mengalihkan kendaraan dari arah Juwana untuk masuk ke jalan lingkar selatan (JLS) Pati guna mengurai kepadatan.
“Tadi terjadi perlambatan arus lalu lintas yang dari jalan lingkar itu sekitar 1,5 km, kemudian yang dari arah Juwana kira-kira 1 km,” ujar dia.
“Namun kini sudah mulai mencair setelah kami urai. Kami berlakukan buka tutup secara bergantian disimpang Widorokandang. Selain itu, kendaraan yang dari arah Juwana (Rembang) menuju Pati kota kita arahkan masuk ke jalan lingkar selatan supaya tidak terjadi crossing disitu,” pungkasnya.
Rabu malam genangan air dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, arus lalu lintas masih tersendat dan petugas tetap bersiaga di lokasi untuk mengatur kendaraan yang melintas.
Jalur Pantura Pati–Rembang merupakan salah satu jalur utama penghubung antar wilayah di pesisir utara Jawa Tengah, sehingga gangguan akibat banjir berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi barang. (arm/buz)
Load more