News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perampok Mudus Mobil Travel, Rampok dan Buang Korban di Pinggir Jalan

Hati-hati ditawari travel plat hitam. Modus baru, kawanan perampok yang berpura-pura menjadi sopir dan penumpang travel lalu merampok korban dalam perjalanan.
Rabu, 18 Mei 2022 - 13:28 WIB
Salah seorang anggota komplotan perampok diperiksa polisi.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Banyumas, Jawa Tengah - Hati-hati ditawari travel plat hitam. Modus baru, kawanan perampok menawari calon korban untuk naik travel ke Jakarta. Di tengah jalan, komplotan yang berpura-pura menjadi sopir dan penumpang travel, merampok korban dan membuangnya di pinggir jalan. Tiga dari empat kawanan, berhasil diringkus tim Resmob Polresta Banyumas. 

Tiga orang pelaku yang berhasil diamankan diantaranya, NP (30) dan DA (26) warga Grumbul Karet, Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jateng. Lalu MK (18) warga Desa Kradenan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mengamankan tiga orang pelaku dalam dugaan kasus perampokan bermodus mobil travel yang terjadi di kawasan jalan raya Cirebon, pada 11 Mei lalu. Para pelaku berhasil kita tangkap di wilayah Banyumas pada tanggal 13 Mei 2022," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi, Rabu (18/5/2022).

Modusnya, salah satu anggota komplotan AD (40) warga Tegal, mencari dan merayu calon korban di pemberhentian Bus Sinar Jaya, Klampok, Brebes, Jawa Tengah. Setelah bersedia, calon korban diarahkan untuk ikut mobil. Di dalamnya sudah ada tiga anggota komplotan. Mereka berpura-pura sebagai sopir dan penumpang. 

Setelah perjalanan kurang lebih dua jam, menjelang dini hari, tepatnya di Jalan Raya Ajimut Desa Waled, Kecamatan Waled, Cirebon, Jabar,  AD bersama tiga pealaku lain melancarkan aksinya. Pelaku menodongkan obeng di dada korban, mengikat tangan dan kaki menggunakan tali dan lakban warna coklat, serta melakban mulut korban. 

Lalu para pelaku menggasak uang dan HP milik korban. Setelah barang-barang diambil, korban yang masih dalam kondisi terikat diturunkan dari dalam mobil dan ditinggalkan di depan warung kosong pinggir jalan raya.

"Kami telah berkoordinasi dengan Polres Cirebon dimana peristiwa itu terjadi. Selanjutnya kami mengamankan pelaku ke Polresta Banyumas untuk penyidikan lebih lanjut," jelasnya. (Sjo/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT