Jumlah Pengungsi Akibat Banjir di Kabupaten Kudus Terus Bertambah
- ANTARA/Akhmad Nazaruddin
Kudus, tvOnenews.com - Jumlah pengungsi akibat bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah pada Rabu (14/1/2026).
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menjelaskan, penambahan jumlah pengungsi ini terjadi setelah warga Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, mulai dievakuasi karena ketinggian genangan banjir semakin meningkat.
"Ketinggian genangan banjir di Desa Jetis Kapuan hari ini (14/1) berkisar antara 40-50 sentimeter (cm), sehingga warga akhirnya dievakuasi ke tempat pengungsian," ujar Sam'ani Intakoris saat meninjau tempat pengungsian warga Desa Jetis Kapuan di Gedung Muslimat NU Loram Kulon di Kudus, Rabu (14/1/2026).
Bupati menyebutkan, jumlah pengungsi dari Desa Jetis Kapuan saat ini mencapai 143 jiwa. Dengan penambahan tersebut, total pengungsi banjir di Kabupaten Kudus sementara ini mencapai 596 jiwa, meningkat signifikan dibandingkan data sebelumnya yang tercatat 164 pengungsi.
"Tempat pengungsian sebelumnya berada di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, serta beberapa tempat. Kini jumlah lokasi pengungsian bertambah menjadi tujuh tempat," ujarnya.
Adapun lokasi pengungsian tersebut tersebar di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, TK Pertiwi dan GOR Desa Kesambi, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus.
Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, pemerintah daerah bersama relawan menyiapkan dapur umum di sejumlah titik. Dapur umum tersebut tersebar di MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Mejobo, Balai Desa Payaman, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus.
Sam'ani menegaskan pemerintah daerah terus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam penanganan bencana, mulai dari BPBD, Dinas Sosial P3P2KB, pihak kecamatan, pemerintah desa, hingga relawan.
"Kami hadir untuk mengecek kesiapan semuanya, baik logistik, dapur umum, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pengungsi lainnya. Alhamdulillah teman-teman sudah bergerak cepat," ujarnya.
Selain pemenuhan logistik, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan psikologis pengungsi, khususnya anak-anak. Berbagai upaya trauma healing juga disiapkan, seperti penyediaan mainan, televisi untuk hiburan, serta layanan kesehatan dari puskesmas dan relawan.
Ia menambahkan, banjir di Kabupaten Kudus saat ini berdampak pada sekitar tujuh kecamatan dan puluhan desa. Jumlah warga terdampak secara total sejak awal terjadi bencana banjir maupun tanah longsor diperkirakan mencapai belasan ribu jiwa, meski data resmi masih terus diperbarui oleh BPBD Kudus.
"Tanggap darurat bencana ditetapkan mulai 12 hingga 20 Januari dan akan terus berjalan. Kami mengajak seluruh elemen di Kabupaten Kudus untuk bersama-sama membantu penanganan bencana ini," ujarnya.
Bupati Sam'ani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat membantu penanganan banjir dan para pengungsi.
"Terima kasih kepada siapa pun yang ikut membantu. Semoga keikhlasan ini mendapat balasan terbaik," ujarnya. (ant/buz)
Load more