News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemkab Banyumas Sediakan Hunian Sementara bagi 66 Keluarga Korban Pergerakan Tanah di Desa Ketanda

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyediakan hunian sementara (huntara) bagi 66 keluarga korban pergerakan tanah di Desa Ketanda.
Senin, 15 Desember 2025 - 19:07 WIB
Truk BPBD Kabupaten Banyumas mengangkut perabotan milik korban bencana tanah bergerak di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, untuk dipindahkan ke hunian sementara di desa setempat, Sabtu (13/12/2025).
Sumber :
  • ANTARA

Banyumas, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyediakan hunian sementara (huntara) bagi 66 keluarga korban pergerakan tanah di Desa Ketanda.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Andi Risdianto mengungkapkan, hunian sementara ini disiapkan untuk menjamin keselamatan warga sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, sebagian besar warga Ketanda yang terdampak bencana tanah bergerak diungsikan ke balai desa setempat selama kurang lebih satu bulan karena kondisi rumah dinilai membahayakan keselamatan penghuni.

"Kami sewakan rumah untuk huntara bagi warga terdampak selama enam bulan. Lokasinya di sekitar Desa Ketanda yang lebih aman, ada juga yang di luar desa," kata Andi Risdianto, Senin (15/12/2025).

Risdianto mengatakan, pemindahan warga dari lokasi pengungsian ke huntara dilakukan selama dua hari, yakni Sabtu (13/12) hingga Minggu (14/12), dengan melibatkan unsur pemerintah desa dan sukarelawan.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak dapat direalisasikan dalam kurun waktu enam bulan ke depan, seiring masa tinggal warga di huntara.

"Nantinya akan dibangun hunian tetap, semoga bisa terealisasi selama enam bulan ini. Kami masih berupaya mencari pendanaan," katanya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan pergerakan tanah di lokasi kejadian hingga kini masih terus berlangsung dengan pola pergerakan yang lambat atau merayap.

"Masih ada pergerakan tanah, setiap hari ada pergerakan, pergerakannya merayap. Kejadiannya hampir berbarengan dengan longsor Majenang di Cilacap dan Pandanarum di Banjarnegara," katanya menjelaskan.

Andi mengatakan jumlah warga terdampak terus bertambah, yakni dari semula 21 rumah, kini meningkat menjadi 66 rumah yang tersebar di tiga RT di wilayah RW 01 Desa Ketanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergerakan tanah di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, terjadi pada Selasa (11/11) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.

Selain mengancam permukiman warga, peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerusakan jalan lingkungan serta dua tempat ibadah di desa setempat. (ant/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal MotoGP Spanyol 2026, Jumat 24 April: Dibuka Sesi Latihan Bebas jadi Kesempatan Aprilia Lanjutkan Dominasi

Jadwal MotoGP Spanyol 2026, Jumat 24 April: Dibuka Sesi Latihan Bebas jadi Kesempatan Aprilia Lanjutkan Dominasi

Jadwal MotoGP Spanyol 2026 pada hari Jumat 24 April akan menyajikan dua sesi latihan yang berlangsung mulai dari sore hingga malam hari ini di Sirkuit Jerez.
Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April, menyuguhkan laga perdana partai puncak dari sektor putra dan putri yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Anggaran Ada Tapi Gaji Tak Cair, Dedi Mulyadi Bongkar Alasan Ribuan Honorer Jawa Barat Belum Gajian

Sebanyak 3.823 tenaga honorer di Jawa Barat, mulai dari guru hingga staf tata usaha, belum menerima upah mereka untuk bulan Maret dan April 2026. 
Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Mengerikan di Balik Membludaknya Ikan Sapu-Sapu di Sungai

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sungai-sungai di wilayahnya. 
Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut Dugaan Malpraktik RS Muhammadiyah Medan, Kemenkes: Kita Dalami dan Tindaklanjuti Secara Proporsional

Buntut dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien Mimi Maisyarah (48) di RS Muhammadiyah Medan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara. Bahkan
Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Di tengah meningkatnya minat global terhadap wisata berbasis pengalaman, DXI hadir sebagai representasi bagaimana industri petualangan dapat dikemas

Trending

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Dari Diving hingga Extreme Sports, DXI 2026 Angkat Wisata Petualangan Indonesia ke Panggung Dunia, Ini Potensinya

Di tengah meningkatnya minat global terhadap wisata berbasis pengalaman, DXI hadir sebagai representasi bagaimana industri petualangan dapat dikemas
Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Usai Diperiksa KPK Sebagai Saksi, Khalid Basalamah Ngaku Tak Pernah Berinteraksi dengan Gus Yaqut

Pemilik PT Zahra Oto Mandiri (Uhud Tour), Khalid Basalamah rampung diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji.
Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Fakta-fakta Mencengangkan Terkini soal Kasus Dugaan Malpraktik Pasien RS Muhammadiyah Medan

Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak kabar tersebut juga
Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal siaran langsung grand final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan kembali berjuang untuk terakhir kalinya demi bawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT