News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perjuangan Ayah Penderita Polio Menghidupi Istri Celebral Palsy dan Buah Hatinya di Kebumen

Memiliki fisik yang terbatas, tidak jadi penghalang bagi seseorang menjadi sosok ayah dan suami yang bertanggungjawab sebagai penopang hidup keluarga, bagaimana pun keadaan dan keterbatasannya. 
Senin, 12 Mei 2025 - 21:12 WIB
Keseharian Suratmin penderita polio yang mengurus istri penderita celebral palsy dan putrinya yang baru berusia empat tahun, Senin (12/5/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Wahyu Kurniawan

"Tak hanya Huma, segala keperluan istri saya yang nyiapin mas," lanjutnya. 

"Ya begini ini mas, sekarang aktifitas saya cuma bisa terbaring di kasur. Makan saya, mandi, semua bapak (Ratmin) yang ngurus. Perut ke bawah sampai kaki udah gak bisa berfungsi. Gak lemes, tapi kaku kayak kayu gak bisa digerakin ini," saut Tari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tari pun bercerita semakin hari kondisinya semakin memburuk. Terlebih lagi dirinya saat ini memiliki anak kecil yang begitu membutuhkan kasih sayang orangtuanya.

"Mikir anak masih kecil, kan umur nggak tahu ya mas, aku dulu apa bapak dulu. Kalau aku dulu anakku sama siapa, kalau bapak dulu, aku sama sapa dan anakku siapa yang ngurus. Itu yang selalu jadi pikiran, saya bingung," ungkap Tari.

Tari mengaku, sejak melahirkan Huma, ia tidak bisa merawat anak layaknya seorang ibu. Kondisi tubuhnya yang di vonis dokter menderita celebral palsy atau lumpuh di badan bagian bawah membuat dirinya tak bisa memegang anaknya. 

"Kondisi tubuh saya, dari perut ke bawah mati, kaki saya ini kaku gak bisa digerakin. Sempat nangis mas, menangis gak bisa megang anak saya seperti layaknya seorang ibu," kata Tari.

Kini, jelas Tari, semua kebutuhan dan keperluan dirinya dilakukan dan dikerjakan oleh sang suami. Bagi Tari, sang suami satu-satunya orang yang menguatkan kegundahan dirinya. 

Dengan ikhlas, Ratmin yang juga punya gerak terbatas harus membagi waktu dan tenaganya untuk merawat Tari dan sang buah hati yang baru berusia empat tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ratmin mengandalkan upah dari jasanya sebagai penjahit. Dengan ongkos Rp100 ribu untuk satu pasang baju, ia merasa bersyukur meski rupiah yang didapatnya tidak pasti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi Ratmin harus menanggung biaya kebutuhan susu dan popok yang menguras kantong karena bukan untuk Huma semata melainkan juga popok sekali pakai untuk istrinya.

"Sepahit apapun kehidupan saya mas, gak saya perlihatkan sama orang, ya batin sendiri yang penting kelihatan semangat. Meski capek nggak terasa capek udah biasa. Karena saya punya tanggungjawab sama anak istri jadi ya walaupun capek, melihat anak istri senang ikut senang jadi hilang seketika," ujar Ratmin tersenyum. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT