News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penggiat Medsos Banyumas Raya "Banned" Penjual Minyak Goreng Mahal di Medsos

Sikapi kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran. Sejumlah admin grup medsos di Banyumas Raya melakukan aksi banned tawaran minyak goreng di medsos
Senin, 7 Maret 2022 - 11:32 WIB
Flyer banned penjualan minyak goreng beredar di grup-grup media sosial Banyumas Raya.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sonik Jatmiko

Banyumas, Jawa Tengah - Kelangkaan dan lonjakan harga tak wajar minyak goreng mulai disikapi. Sejumlah admin grup medsos di Banyumas Raya (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara) mulai melakukan aksi banned tawaran minyak goreng di grup medsos yang dikelolanya.

"Masih banyak sekali barang yang bisa dijual selain minyak goreng. Jika jiwa kita memang jiwa pedagang, maka gak akan kehabisan akal untuk jualan. Kita yang memang bukan toko sembako, stop ikut jualan minyak goreng dulu, agar ketersediaan barang di toko-toko kembali stabil," begitu salah satu tulisan dalam postingan di sejumlah grup medsos.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

" agar para distributor hanya menyalurkan minyak goreng ke toko-toko seperti biasanya. Jadi polemik kelangkaan minyak goreng cepet selesai," lanjut tulisan tersebut.

Cahyono, salah seorang admin grup facebook di Kabupaten Banyumas, mengaku flyer peringatan itu beredar sejak  beberapa hari terakhir. Dia menilai, itu sikap yang baik, terutama untuk admin grup jual beli.

"Sudah mulai muncul dan menyebar sejak tiga hari terakhir. Kalau saya pribadi, bagus biar edukasi ke konsumen bisa langsung. Artinya, kalau tidak bermunculan pedagang kagetan, komoditas itu saya yakin bisa stabil lagi," ujarnya.

Dalam flyer dengan grafis kemasan pouch minyak goreng, tertulis ajakan menertibkan penjual minyak goreng online dadakan/kartonan dengan harga yang mahal dan tidak wajar. Kemudian juga membanned, memblacklist, hingga melaporkan ke pihak berwajib, praktik curang penjualan minyak goreng di dunia maya.

"Ini memang mirip dengan masker dan disinfektan pada awal pandemi. Harganya tidak rasional karena respon konsumen berlebihan," ujarnya lagi.

Lalu kepanikan itu dimanfaatkan segelintir orang dengan membeli dan menjual lagi dengan harga tak wajar. Kalau itu terus berlanjut, kondisi itu akan terus berlaku dan bisa makin parah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senada, Doni, salah seorang admin grup medsos lain juga melakukan langkah yang sama. Grup jual-beli yang dikelolanya, kini lebih memperhatikan postingan dari membernya.

"Khusus minyak goreng, sudah tidak kita aprove postingan di grup. Biar barang ini dicari dan dibeli di pasar offline aja," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT