News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerabah Mainan, Nostalgia yang Hadir Setiap Jelang Ramadhan di Semarang

Masa kecil akan selalu dikenang. Begitu juga dengan mainan anak-anak. Akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup. Seperti noltalgia pada gerabah mainan.
Jumat, 4 Maret 2022 - 10:20 WIB
Gerabah Mainan yang Muncul Setiap Bulan Sya'ban Jelang Tradisi Dugderan Ramadhan di Kota Semarang.
Sumber :
  • Tim tvone - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, Jawa Tengah - Masa kecil akan selalu dikenang. Begitu juga dengan mainan anak-anak. Akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup. Dan salah satu nostalgia itu, ada pada gerabah mainan.

Gerabah dengan bentuk dan warna cerah seperti magnet bagi anak-anak. Nyaris tak berubah sejak mainan gerabah ini populer di tahun 1970-an. Seperti kendi, mangkuk, tungku kecil, wajan hingga celengan untuk menyimpan uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Semarang, gerabah mainan seperti itu rutin muncul kembali setiap bulan Sya'ban atau bulan sebelum memasuki puasa Ramadhan seperti sekarang ini. Beberapa pedagang gerabah mainan mulai terlihat di jalan arteri dekat Masjid Agung, serta di sekitar Pasar Johar dan Masjid Kauman. Mereka bersiap menunggu dibukanya pekan dugderan yang merupakan tradisi menjelang masuknya bulan Ramadhan di Kota Semarang.

"Dulunya gerabah mainan banyak dijual di pasar tradisional. Tapi sekarang sudah banyak mainan pabrikan. Kita-kita ini cari cara lain agar bisa bertahan. Ya, dengan jualan di tempat-tempat yang ada acara rutin tiap tahun. Seperti Dugderan di Semarang, Sekatenan di Yogyakarta, acara Grebeg di Solo, atau pada setiap ada pasar malam di berbagai kota," kata Mahfud, pedagang gerabah keliling asal Demak yang berjualan keliling di Semarang.

Gerabah mainan, kata Mahfud, dibuat oleh para perajin di daerah Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah tersebut memang secara turun-temurun menjadi pengolah kerajinan tanah liat. Kemudian para pedagang memborongnya, dan dijual keliling dengan membuat lapak di tepi jalan. 

"Cara jualan seperti ini cocok untuk bakul (pedagang) gerabah mainan. Karena hanya buka sesekali setiap tahun dan bergantian di setiap acara dan daerah. Karena acara seperti itu yang sering didatangi warga. Biasanya, orang tua cerita dan membeli untuk anak cucu mereka," jelasnya.

Dibanding dengan mainan pabrik dari plastik, gerabah ini punya kelebihan dan kekurangan. Dilihat dari seni tentu kerajinan tangan lebih menarik. Tapi karena terbuat dari tanah liat, maka gerabah lebih mudah pecah. Dibalik itu, justru juga bisa mengajarkan kepada anak untuk hati-hati merawatnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT