Dua Orang Terduga Teroris Ditangkap di Batang Jawa Tengah
- tvone
Batang, Jawa Tengah - Dua orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Batang, yang berdomisili di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Keduanya merupakan kakak beradik bernama M (45) dan adik kandungnya N (24). Dua orang ini dibawa dengan menggunakan mobil usai mengisi pengajian jamaah salah subuh di Masjid Al Hidayah, yang berada di Jalan Raya Sempu Limpung, pada pukul 06.30 WIB, Senin (14/2/2022).
Menurut istri terduga teroris M, yaitu DP (37), mengaku jika dirinya baru tahu jika suami dan adik iparnya diamankan orang tidak dikenal.
"Saat itu pukul 06.30 WIB usai suami mengisi pengajian di Masjid Al Hidayah di bawa orang tak dikenal dengan membawa mobil. Saya tahunya dari salah satu jamaah sekira pukul 06.30 WIB yang datang kerumah saya," kata DP.
Ibu anak lima ini, kemudian menjelaskan, saat diamankan orang tak dikenal tersebut, dirinya tidak tahu pasti, kesalahan suami dan adik iparnya itu apa.
“Saya tidak tahu. Malah saya nunggu-nunggu dari masjid koq belum pulang-pulang. Eh dapat kabar katanya di bawa oleh beberapa orang,” lanjutnya.
DP kemudian diberitahu oleh petugas sekitar pukul 09.00 WIB, jika suami dan adik iparnya telah ditangkap.
“Suami dan adik ipar saya dibawa orang. Habis ngisi pengajian. Tadi pagi satu orang ngasih tahu ke saya sekitar Jam 09.00 wib, memberi tahu secara resmi suami dan adik ipar dibawa. Alasannya tidak ada alasan apapun,” ungkapnya.
Pihak pemerintah Desa Sempu menerangkan jika baru mengabari suami dan adik iparnya diamankan petugas Densus 88 sekitar pukul 10.00 WIB, sekaligus memberikan surat penggeladahan rumah.
“Pihak pemerintah desa ngasih tahu, jika akan ada petugas mau menggeledah (rumah). Pihak kepolisian mengambil beberapa barang yang diambil, buku-buku dan laptop,” terangnya.
Hingga kini, pihak keluarga belum mengetahui kesalahan suami dan adik iparnya apa.
DP menyebutkan bahwa suaminya berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat dan tinggal bersama dirinya di Desa Sempu, Kecamatan Limpung. Adiknya, beberapa tahun menyusul untuk membantu usaha kakaknya isi ulang air mineral galon.
Kepala Desa Sempu, Puji Hantoro, menerangkan jika selama ini diakui bahwa tidak ada kegiatan yang mencurigakan dari aktivitas M dan N, tersebut.
“Pada saat penangkapan M dan N, tidak ada yang tahu. Kita saja kaget, karena M orangnya baik, imam masjid, mau bergaul, sopan,” kata Puji.
Ia menambahkan, jika pada saat ceramah di Masjid setempatpun, terbilang biasa-biasa saja, tidak ada unsur radikal sama sekali, tidak ada unsur radikal sama sekali.
“ Kesehariannya tidak aneh-aneh, biasa-biasa saja. Selain jualan mineral air isi ulang, juga gas. M sudah lama disini, adiknya N baru tiga tahun tinggal disini,” lanjutnya.
Pada saat penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88, Kepala Desa Sempu, Puji Hantoro tidak ikut mendampingi, namun Kadus IV yang menyaksikan. Menurut keterangan Kadus IV, Muhammad Ali Nurudin, menerangkan jika penggeladahan itu dilakukan oleh lima orang, dengan membawa buku-buku yang cukup banyak dan dua buah laptop.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M. Iqbal, membenarkan adanya penangkapan sejumlah terduga teroris. Menurut dia, dua terduga teroris ditangkap di Kabupaten Batang, sedangkan dua lainnya masing-masing ditangkap di Sukoharjo dan Sragen.
Iqbal belum bisa menjelaskan lebih detail tentang penangkapan pada Senin (14/2) pagi itu. (Edi Mustofa/chm)
Load more