News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak-anak SD Ini Antusias Hadapi "Jarum" Dosis Kedua

Binda Jawa Tengah, menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun di berbagai daerah di Jawa Tengah. Tak terkecuali di kabupaten Boyolali juga turut masuk dalam program vaksinasi ini.
Selasa, 18 Januari 2022 - 14:39 WIB
Siswa yang sedang sakit pada kaki tetap kut vaksin di SD Manjung 2, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali
Sumber :
  • tvOne/Agus Saptono

Boyolali, Jawa Tengah – Hari ini Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun di berbagai daerah di Jawa Tengah. Tak terkecuali di kabupaten Boyolali juga turut masuk dalam program vaksinasi ini.

Pada vaksinasi dosis kedua di Sekolah Dasar (SD) Manjung 2, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, para siswa tampak antusias mengikuti program pemerintah. Mereka menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda saat divaksin oleh tim kesehatan, ada yang berani, cuek, menangis, bahkan ada yang digendong orang tuanya karena kakinya sakit usai terjatuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti halnya Damar, seorang siswa kelas 3 meski sedang sakit pada kaki karena jatuh, dirinya tetap mengikuti vaksinasi. Damar harus digendong orang tuanya karena masih kesulitan untuk berjalan.

Sementara Kepala Puskesmas Sawit, Yeni Maharani menjelaskan hari ini merupakan hari pertama vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun untuk dosis kedua. Puskesmas Sawit menyasar 2.506 anak dengan menggunakan vaksin sinovac.

"Jadi hari ini kita berkerja sama dengan BIN daerah Jawa Tengah melaksanakan vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun dosis kedua," ucap Yeni.

Yeni menegaskan, pada dosis pertama vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun dengan sasaran 2.393 telah selesai. Pada vaksinasi dosis kedua hari ini, ada 650 anak di Kecamatan Sawit yang menjadi sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita harapkan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak pelaksanakan lintas sektoral sehingga lebih baik lagi dengan sasaran yang maksimal," pungkasnya.

Hari ini Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah juga melaksanakan vaksin di 12 wilayah yakni Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Magelang, Wonosobo, Kebumen, Grobogan, Jepara, Sukoharjo, Boyolali, Kota Semarang, Batang dan Tegal. Adapun target peserta dari seluruh wilayah tersebut sebanyak 14.000 orang. (Agus Saptono/prs)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT