News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Darurat Sampah Lokasi Wisata Ancam Keindahan Alam Pegunungan

Sampah dilokasi wisata saat ini menjadi polemik bagi semua pihak termasuk di sejumlah jalur pendakian dan perkemahan di gunung gunung yang ada di Indonesia.
Selasa, 5 Maret 2024 - 12:27 WIB
Kawasan Taman Wisata Gunung Merbabu, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Semarang, tvOnenews.com - Sampah dilokasi wisata saat ini menjadi polemik bagi semua pihak termasuk di sejumlah jalur pendakian dan perkemahan di gunung gunung yang ada di Indonesia.

Permasalahan sampah ini tidak akan bisa selesai jika semua pihak tidak membangun kesadaran untuk mengurangi sampah, baik sampah organik maupun sampah non organik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati meminta masyarakat tidak menghasilkan sampah di tempat wisata. Termasuk di Taman Nasional atau kawasan konservasi alam lain, seperti gunung-gunung.

" Indonesia yang sudah terkenal dengan keindahan alamnya, nantinya diupayakan tidak ada sampah. karenanya perlu edukasi kepada masyarakat untuk tidak mengasilkan sampah di tempat wisata," ujar Rosa Vivien Ratnawati, Selasa (5/03/2024).

Guna mewujudkan wisata tanpa sampah, KLHK mendorong program 'Zero Waste Adventure Camp' yang digelar selama 3 hari di kawasan wisata alam Taman Nasional Gunung Merbabu di Kalipasang Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024, dengan tujuan menciptakan generasi dengan budaya baru dalam beraktivitas di alam bebas tanpa sampah. 

Kegiatan Zero Waste Adventure Camp ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari peserta Umum dan Mapala 41 peserta, Pramuka 32 peserta serta Mitra TN Merbabu 38 peserta.

" Kemah selam tiga hari kemarin (1-3 Maret) diikuti ratusan orang dari berbagai daerah dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2024 yang mengangkat tema 'Atasi Sampah Plastik Dengan Cara Produktif'," terangnya. 

Rosa juga menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya baru aktivitas bertualang di Indonesia tanpa menghasilkan sampah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

" Dengan kegiatan ini, kami mengedukasi kepada para pecinta alam untuk tidak menghasilkan sampah di tempat wisata Taman Nasional ini. Karena kita sering mendapatkan berita, ketika pecinta alam ini naik gunung tetapi menghasilkan sampah. Karenanya kita tidak mau sperti itu," tambahnya.

Dengan format kegiatan yang dilaksanakan di alam bebas, diharpkan dapat menjadi budaya baru dalam wisata alam utamanya pendakian. Disini semua peserta mendapat kesempatan untuk menginap selama dua malam menggunakan tenda.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT