News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkait Sejumlah Polisi Datang ke DPC PDIP Solo, Begini Penjelasan Kapolresta Solo

Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi membantah adanya intervensi usai sejumlah anggota polisi mendatangi Kantor DPC PDIP Solo, Rabu (08/11) pagi tadi. 
Rabu, 8 November 2023 - 20:45 WIB
Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi.
Sumber :
  • Tim tvOne - Effendi Rois

Solo, tvOnenews.com - Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi membantah adanya intervensi usai sejumlah polisi mendatangi Kantor DPC PDIP Solo, Rabu (08/11) pagi tadi. 

Iwan menjelaskan bahwa itu adalah kegiatan patroli rutin dan kewajiban sebagai polisi. Tidak hanya mendatangi DPC PDIP Solo namun polisi juga mendatangi kantor partai yang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada kontak petugas dengan orang DPC ga ? ada interaksi ga ? Kalau patroli sudah kewajiban polisi. Itu patroli rutin ga ada yang istimewa, patroli kita menjamin keamanan pemilu aja tidak ada yang istimewa," kata Kombes Pol Iwan Saktiadi saat dihubungi, Rabu (8/11/2023). 

Iwan menegaskan bahwa tidak ada maksud apapun untuk mendatangi kantor DPC PDIP tersebut. Iwan menyebut bahwa hal tersebut merupakan tugas seorang polisi untuk melakukan patroli. Semua kemampuan patroli juga sama tidak hanya di kantor DPC PDIP Solo.

"Itu patroli untuk hari Kamtibmas aja. Karena situasinya menjelang pemilu, kami memastikan semua hal aman. Bukan hanya di PDIP semua kita patroli, dokumentasi kita ada semua," paparnya. 

Iwan menegaskan bahwa posisinya sebagai kepolisian adalah netral. 

"Kami tidak ada interest khusus, kami tegaskan bahwa polri netral. Kalau mengatakan intimidasi, apakah ada perbuatan anggota kami yang berkomunikasikan. Kami hanya memastikan semuanya aman selesai. Kami tidak pernah melakukan kegiatan diluar kegiatan kami," tegasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iwan kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Rudy jika kedatangannya di kantor DPC tidak berkenaan. 

"Jika secara subjektif beliau mengatakan demikian kami mohon maaf. Tidak ada sedikit pun maksud kami untuk melakukan hal seperti yang beliau sampaikan. Patroli sudah menjadi tugas pokok kami dan patroli bukan hanya dpc pdip lainnya kami patroli semua. Semuanya kami dokumentasikan. Saya selaku kapolresta mohon maaf jika beliau tidak berkenan," pungkasnya. (ers/buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT