News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Tak Temukan Fakta Baru saat Husen Jalani Ratusan Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Bos Depo Air

Polisi menyebut sampai sekarang antara keterangan dengan hasil rekonstruksi kasus pembunuhan bos depo air masih sesuai. Temuan fakta baru juga belum ditemukan.
Rabu, 24 Mei 2023 - 14:43 WIB
Muhammad Husen saat menjalani rekonstruksi pembunuhan berencana di AHS Arga Tirta di Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Rabu (24/5/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Didiet Cordiaz

Semarang, tvOnenews.com - Muhammad Husen menjalani 102 adegan rekonstruksi pembunuhan berencana bos depo air di lokasi kejadian AHS Arga Tirta di Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Rabu (24/5/2023).  

Dalam reka adegan ini, kepolisian tidak menemukan fakta-fakta baru peristiwa pembunuhan sadis terhadap Irwan Hutagalung yang tak lain adalah bos Husen sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh kepolisian terhadap Husen dan rekonstruksi telah sesuai.

“Sampai sekarang antara keterangan dengan hasil rekonstruksi masih sesuai. Kemudian temuan fakta baru juga belum kami temukan,” ujar Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Semarang, Iptu Dionisius Yudi Christianto usai kegiatan.

Dirinya menjelaskan, ratusan adegan yang menghadirkan Husen dan Imam dimulai dari perencanaan pembunuhan. Kemudian adegan-adegan dilanjutkan ke penusukan, mutilasi hingga pengecoran jasad korban oleh Husen.

“Tadi sudah dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Alhamdulillah sudah dilaksanakan dengan lancar dan total ada 102 adegan yang tadi kami menampilkan baik dari tersangka maupun saksi-saksi yang terlibat,” katanya.

Di sisi lain, Dion mengaku sampai saat tes kejiwaan Husen masih dilakukan. Pihaknya kini juga masih berkoordinasi dengan salah satu rumah sakit untuk memastikan apakah ada gangguan kejiwaan pada Husen.

“Namun, nantinya masih ada proses observasi dari rumah sakit yang ada beberapa tahap. Dan itu hasilnya cukup lama nanti kami sampaikan,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kota Semarang, Moehammad Rizky Pratama menjelaskan hadir di rekonstruksi ini untuk mengetahui kesesuaian keterangan dari penyidik dan fakta di lokasi kejadian.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas perkara dari kepolisian.

“Kami mencari bagaimana kesesuaian antara yang sudah ada diperiksa teman-teman penyidik dengan fakta sebenarnya dengan berbagai alat bukti serta pernyataan tersangka dengan tujuan nanti berkas perkaranya itu utuh dan tidak bolak-balik agar mempercepat penanganan juga. Setelah ini kami menunggu berkas dari penyidik seperti SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), lalu berkas tahap satu, kemudian tahap dua baru mulai kami limpahkan,” paparnya.

Menurutnya, hal yang akan memberatkan Husen di pengadilan nanti adalah adanya niat untuk merencanakan dalam menghabisi nyawa korban. Sedangkan, untuk hal-hal yang meringankan Husen masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan.

“Terlihat dari hasil rekontruksi pembunuhannya berencana, jadi pasalnya, sementara 340 pembunuhan berencana,” bebernya.

“Masih ada tes kejiwaan juga. Kami tunggu apakah tes kejiwaan itu bisa memungkinkan tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak. Kan ada tes kejiwaan apakah bisa bertanggung jawab atau tidak itu nanti ada hasilnya,” imbuhnya. (Dcz/Dan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT