News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Antisipasi Peredaran Upal, Polres Kudus Gelar Pengecekan Jasa Penukaran Uang Baru di Pinggir Jalan

Jasa penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah di Kudus mulai menjamur. Polisi akan mengecek jasa penukaran uang yang dicurigai nakal.
Kamis, 6 April 2023 - 11:57 WIB
Polres Kudus Cek Jasa Penukaran Uang Baru Pinggir Jalan (dok. Polres Kudus).
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, tvOnenews.com - Jasa penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah di wilayah Kudus mulai menjamur.

Para penyedia jasa tukar uang baru ini menyebar di beberapa titik yang sering menjadi pusat keramaian.

Menyikapi hal itu, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto mengungkapkan, meski mulai banyak jasa penukaran uang baru di wilayah hukumnya, namun hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang merasa tertipu terkait penyebaran uang palsu.

“Sejauh ini masih aman terkendali, meski begitu kami tetap waspada untuk melakukan pengamanan dengan tindakan preventif. Kami mengimbau supaya saat melakukan transaksi pecahan uang baru, masyarakat agar petunjuk dan pedoman yang dikeluarkan Bank Indonesia tetap diikuti," kata AKBP Dydit Dwi Susanto, Rabu (5/4/2023).

Menurut Kapolres, sebagai langkah antisipasi, Polres Kudus membentuk tim untuk melakukan patroli pengawasan. Petugas akan mengecek mana-mana yang dicurigai sebagai jasa penukaran uang yang nakal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, Ia meminta masyarakat melapor jika menemukan kecurigaan adanya peredaran uang palsu melalui jasa penukaran uang.

“Jangan sampai terjadi penipuan dengan menukar uang palsu. Kalau ragu, saran saya agar lebih aman, bisa melakukan tukar menukar uang ke perbankan yang resmi,” pungkasnya.

Titik-titik jasa penukaran uang baru yang ada di kawasan kota seperti di alun-alun dan Jalan Sunan Kudus. Selain itu, juga masih banyak di wilayah kecamatan yang berada di tempat strategis.

Salah seorang pemilik jasa penukaran uang baru di kawasan Alun-alun Kudus, Eko (35) mengaku meski bulan Ramadhan baru memasuki hari ke-15 namun animo masyarakat untuk menukarkan uang baru sudah mulai ada.

Uang baru itu biasanya dipakai untuk memberikan angpao kepada anak-anak yang melakukan silaturahmi saat Lebaran.

Eko mengaku baru tahun ini memulai usaha jasa penukaran uang baru. Sejak awal ia membuka stand setiap hari terdapat satu sampai tiga orang yang menukar uang. Biasanya, lanjut dia, mendekati hari raya penukaran uang baru akan lebih ramai.

“Seminggu ini lumayan bisa Rp100 ribu sampai Rp 400 ribu per hari yang menukarkan uang,” ungkapnya. (Gml/Dan)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT