News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Tua Siswa Bertahan, SDN Pocin 1 Batal Dikosongkan

Pengosongan lahan SDN Pocin 1 yang rencananya akan dilakukan Minggu (11/12/2022) pada pukul 04:00 WIB batal dilaksanakan.
Minggu, 11 Desember 2022 - 13:23 WIB
SDN Pocin 1 batal dikosongkan, Minggu (11/12/2022).
Sumber :
  • Mely Kasna/tvOne

Depok, Jawa Barat - Pengosongan lahan SDN Pocin 1 yang rencananya akan dilakukan Minggu (11/12/2022) pada pukul 04:00 WIB batal dilaksanakan.

Pasalnya, orang tua siswa tetap bertahan di dalam sekolah dan menolak membuka pagar sekolah. Relawan juga berjaga di luar pagar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satpol PP dan petugas gabungan tampak sudah berada di depan SDN Pocin 1 sejak pukul 06:00 pagi.

Negosiasi pun berakhir alot. Bahkan, sempat terjadi bersitegang antara pihak kuasa hukum orang tua siswa serta petugas yang hendak masuk untuk mengosongkan aset yang berada di dalam sekolah.

Kuasa hukum meminta agar pihak Satpol PP menunjukkan surat perintah pengosongan lahan.

Sementara itu, petugas sempat berupaya untuk tetap masuk ke area sekolah.

Akhirnya setelah 6 jam negosiasi di luar area sekolah, pihak Satpol PP bersama Dinas Pendidikan pun menunda pengosongan aset tersebut.

"Melihat kondisi dan menjaga situasi tetap kondusif maka kita buka komunikasi daripada sekarang komunikasinya tidak ada ujungnya. Oleh karena itu, setelah mendapatkan arahan pimpinan, harapan mereka untuk diajak dialog itu diakomodir," ujar Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny.

Menurut Lienda, sesuai dengan peraturan, pihaknya berhak untuk melakukan pengosongan karena SDN Pocin 1 adalah aset pemerintah yang kini beralih peruntukan dari yang semula peruntukan pendidikan menjadi peruntukan rumah ibadah.

Lantaran kondisi tidak memungkinkan, maka pihaknya hanya menunggu hasil dialog dari orang tua siswa.

Pengosongan lahan ini adalah salah satu tahapan persiapan pemusnahan aset.

Pemusnahan harus dilakukan lantaran aset atau bangunan SDN Pocin 1 berada di atas lahan yang sudah beralih peruntukan.

"Intinya, kami di sini mengawal, menjaga dan mengupayakan Disdik untuk bisa mengamankan aset-aset yang masih ada di ruang kelas itu untuk dipindahkan ke SD yang nanti dipergunakan untuk belajar anak-anak," tuturnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Wahid Suryono menegaskan bahwa SDN Pocin 1 tidak dihapuskan.

Akan tetapi, sementara tempat belajarnya dipindahkan ke SDN Pocin 3 dan 5.

Pihaknya juga membantah menelantarkan siswa SDN Pocin 1. Karena lahan tersebut sudah beralih peruntukannya, maka kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak dilakukan di gedung SDN Pocin 1 yang sekarang.

"Jadi Pemkot Depok tidak menelantarkan siswa SDN Pocin 1. Terbukti lebih banyak yang sudah pindah. Tentu proses-proses sudah berjalan dan ini adalah bagian dari tahapan peralihan tadi," kata Wahid.

Wahid juga menegaskan pihak Pemkot Depok sudah membuat keputusan yang cukup bijak dengan memfasilitasi siswa maupun orang tua siswa tetap mendapatkan haknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Contohnya seperti memberikan opsi bagi orang tua siswa yang berkeberatan akan difasilitasi untuk pindah ke tempat yang sesuai dengan aspirasinya.

"Kedua, kita kemarin fasilitasi anak-anak tetap bisa ujian akhir sekolah. Kita tetap berikan kesempatan kepada mereka sehingga mereka tetap ada nilai," pungkasnya. (mka/nsi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT