GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korban Maling Motor di Subang Malah Jadi Tersangka, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Kasus pencurian sepeda motor yang berujung aksi main hakim sendiri di Kabupaten Subang, Jawa Barat berbuntut panjang. Dedi Mulyadi pun sampai harus turun tangan
Kamis, 12 Februari 2026 - 20:42 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com — Kasus pencurian sepeda motor yang berujung aksi main hakim sendiri di Kabupaten Subang, Jawa Barat, berbuntut panjang.

Korban pencurian justru ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah warga lainnya setelah terduga pelaku curanmor tewas akibat penganiayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung turun tangan. Ia mendatangi warga yang telah menjalani pemeriksaan di Polres Subang.

Meski berstatus tersangka, para warga tidak dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Dedi menilai persoalan ini perlu disikapi secara bijaksana agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru di tengah masyarakat.

"Bagaimanapun mereka itu punya keluarga, punya tanggungan hidup. Kalau ditahan, bisa jadi muncul masalah baru di rumahnya," ujar Dedi dalam video Instagram dikutip Kamis (12/2/2026).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan pendampingan hukum bagi para warga yang terjerat kasus tersebut.

"Kalau proses hukum di kepolisian silakan berjalan, tetapi saya siapkan pengacara," tuturnya.

Dedi juga meminta kepala desa setempat untuk membuka komunikasi dengan keluarga pelaku pencurian yang meninggal dunia.

Bahkan, ia berencana menghubungi Bupati Kuningan lantaran salah satu pihak yang terlibat masih ditahan dan korban penganiayaan diketahui merupakan warga Kuningan.

Ia berharap seluruh pihak dapat dipertemukan guna mencari solusi bersama.

"Kami akan mempertemukan semuanya, untuk mencari titik temu. Mudah-mudahan bisa dilakukan restorative justice,” ucapnya.

Menurut Dedi, kasus ini tidak bisa semata-mata dilihat dari aspek hukum, melainkan juga dampak sosial yang ditimbulkan. Para tersangka diketahui merupakan kepala keluarga dengan tanggungan istri dan anak.

Langkah pendekatan keadilan restoratif dinilai dapat menjadi jalan tengah agar proses hukum tetap dihormati tanpa menimbulkan luka sosial yang lebih luas.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Industri Intijaya, Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, pada Kamis (6/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun mengungkapkan bahwa sekitar 24 jam setelah kejadian, pihaknya mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi main hakim sendiri.

"Delapan orang yang ikut terlibat menganiaya kedua pelaku curanmor telah kami amankan dan saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Subang," beber Bagus.

Kedelapan orang tersebut diamankan dari rumah masing-masing tanpa perlawanan.

"Adapun delapan orang pelaku aksi main hakim sendiri tersebut masing-masing berperan menendang, memukul dengan tangan kosong dan menggunakan balok kayu, serta meremas alat kelamin," ujarnya.

Akibat penganiayaan tersebut, dua terduga pelaku mengalami luka parah.

"Akibat perbuatan mereka, dua pelaku curanmor tersebut mengalami luka parah di sekujur tubuh, bahkan satu orang pelaku bernama Obi Mahesar (37) tewas dan satu pelaku lainnya Diva Septiansyah (28) saat ini kondisinya kritis," jelasnya.

Ilustrasi Pelaku Curanmor
Ilustrasi Pelaku Curanmor
Sumber :
  • Freepik

Berawal dari Teriakan “Maling”

Peristiwa bermula ketika korban bernama Casdi tengah menyemprot tanaman padi di area persawahan Blok Sukajaya, Dusun Wanakerta. Ia melihat sepeda motor Yamaha Vega miliknya yang diparkir di tepi sawah didorong dua orang tak dikenal.

Korban pun berteriak meminta pertolongan.

"Menyadari motornya mau dicuri, korban berteriak 'Maling... Maling!' sehingga menarik perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi."

Kedua terduga pelaku panik, menjatuhkan motor korban, lalu mencoba melarikan diri menggunakan motor lain yang telah disiapkan. Warga bersama korban melakukan pengejaran hingga akhirnya kedua pelaku terjatuh di area tanah kosong kawasan Industri Intijaya.

Setelah tertangkap, amarah warga tak terbendung.

"Setelah tertangkap, warga yang emosi langsung melakukan aksi main hakim sendiri terhadap kedua pelaku."

"Keduanya dipukul menggunakan tangan kosong, serta ditelanjangi di lokasi kejadian."

"Massa yang semakin banyak kemudian membakar kendaraan yang digunakan oleh pelaku dan sekelompok orang terus melakukan pemukulan," tuturnya.

Aksi kekerasan baru berhenti setelah aparat Polsek Purwadadi tiba di lokasi dan mengendalikan situasi. Kedua pelaku yang telah babak belur kemudian dibawa ke RSUD Ciereng Subang.

Namun, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Namun sayangnya, setiba di rumah sakit, salah seorang pelaku Obi Mahesar (37) warga Desa Pasirbungur Purwadadi nyawanya tak tertolong akibat mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuh."

"Sementara Diva Septiansyah (28) hingga saat ini masih menjalani perawatan medis," ungkapnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor milik korban, kerangka motor pelaku yang hangus terbakar, serta kunci letter T.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

"Ingat, ini negara hukum. Masyarakat tidak diperkenankan untuk main hakim sendiri, apalagi hingga menyebabkan nyawa melayang," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Timnas Indonesia di bawah pelatih anyar John Herdman akan menjamu Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Secara teknis, masing-masing tim ...
Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia 14 Februari 2026: bek Como berdarah Jakarta buka peluang bela Garuda, Ilias Alhaft kembali masuk radar naturalisasi, dan analisis kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang FIFA Series.
Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Nova Arianto disebut menjadi satu dari tiga pelatih lokal yang dipercaya mendampingi John Herdman di Timnas Indonesia. Saat ini, sudah ada tiga nama yang resmi
Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,

Trending

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,
Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menghadiri acara Pengukuhan Akademi Partai Golkar dan Sarasehan Perkaderan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Madura United menyambut positif rencana naturalisasi gelandangnya Jordy Wehrmann. Pelatih Madura United Carlos Parreira mengaku menantikan proses tersebut dan -
Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs meminta kasus tuduhan ijazah Jokowi dihentikan usai mendapatkan masukan dari eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama potensial dari Eropa, yakni Lyfe Oldenstam, bek Como Primavera (U-19) yang punya garis keturunan Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT