News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dinkes Garut: Satu Korban Kericuhan Pesta Rakyat Maut Belum Teridentifikasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, menyebut satu korban kericuhan Pesta Rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Pendopo belum teridentifikasi keluarga dan asal daerahnya sehingga saat ini masih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut.
Selasa, 22 Juli 2025 - 21:28 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani saat diwawancarai wartawan di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat
Sumber :
  • Antara

Garut, tvOnenews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, menyebut satu korban kericuhan Pesta Rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Pendopo belum teridentifikasi keluarga dan asal daerahnya sehingga saat ini masih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut.

"Jadi, ini lagi dicari keluarganya," kata Kepala Dinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani kepada wartawan di Garut, Selasa (22/07/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuturkan Dinkes Garut mencatat ada 30 orang yang menjadi korban dalam insiden kericuhan Pesta Rakyat bagi-bagi makanan dalam acara rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut dengan anak Gubernur Jabar di Pendopo, Jumat (18/07/2025).

 

Namun yang dibawa ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan penanganan medis, kata dia, ada 20 orang yang sebagian sudah dipulangkan, dan saat ini tersisa satu tanpa jelas alamatnya.

"Masih ada satu," katanya.

Ia menyampaikan kondisi pasien tersebut mengalami sesak napas dampak berdesakannya massa di gerbang Pendopo Garut, ditambah lagi ada penyakit penyerta yakni jantung dan paru-paru.

Pasien laki-laki berusia paruh baya itu, kata dia, saat ini masih berada di rumah sakit, dan belum diketahui siapa keluarganya, ketika ditanya asalnya menjawab bukan orang Garut.

"Kalau itu warga Sumedang (Kabupaten di Jawa Barat), atau mana ya," kata Leli.

 

Ia menyampaikan acara Pesta Rakyat di Pendopo Garut itu memang yang datang bukan hanya dari Garut, tetapi juga ada dari berbagai daerah lainnya di Jawa Barat, bahkan Jakarta.

Meski pasien tersebut bukan orang Garut, kata dia, Pemerintah Kabupaten Garut telah menanggung seluruh biaya perawatan medis selama di RSUD dr Slamet Garut.

"Ditanggung, ditanggung biayanya," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya insiden kericuhan di Pendopo Garut itu tidak hanya menyebabkan warga harus dirawat di RSUD, tetapi menimbulkan tiga orang meninggal dunia yakni dua warga sipil, dan satu anggota Polres Garut.

(ant/ fis)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT