GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kementan Siapkan Vaksinasi untuk Atasi PMK di Garut

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan vaksinasi untuk mengatasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang akan dipasok sesuai usulan kebutuhan.
Kamis, 23 Januari 2025 - 23:56 WIB
Petugas mengecek kondisi kandang dan kegaitan vaksinasi saat acara Gerakan Ring Vaksinasi PMK di Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat
Sumber :
  • Antara

Garut, tvOnenews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan vaksinasi untuk mengatasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang akan dipasok sesuai usulan kebutuhan.

"Jadi, nanti Kabupaten Garut tentu akan menghitung berapa kebutuhan di Garut dengan kejadian kasus atau untuk mencegah terjadinya kasus PMK di Kabupaten Garut ini," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Sintong HMT Hutasoit saat acara Gerakan Ring Vaksinasi PMK di Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Kamis (23/01/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya mengendalikan PMK agar tidak menyerang luas pada ternak dengan melakukan berbagai upaya, seperti pemeriksaan, pengobatan, dan vaksinasi.

Kementan telah menyediakan empat juta dosis vaksin PMK yang akan didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk untuk penanganan di Kabupaten Garut.

"Pemerintah sudah menyediakan vaksin juga, kurang lebih empat juta dosis, dan khusus untuk Jawa Barat dalam satu tahun ini, ini akan didistribusikan oleh dinas provinsi ke masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan kejadian kasus di wilayahnya," katanya.

Ia menyampaikan vaksinasi PMK sudah bisa dilaksanakan Februari, sedangkan Maret 2025 secara serentak di seluruh daerah di Indonesia, mendekati Idul Fitri dan Idul Adha.

"Vaksinasi sekarang bukan tujuannya untuk hari ini atau besok, tapi mengantisipasi juga nanti pada saat Idul Kurban tidak terjadi pembatasan-pembatasan lalu lintas, sehingga masyarakat bisa dengan bebas memperjualbelikan ternaknya," katanya.

Ia berharap, upaya mengatasi PMK di Indonesia perlu dilakukan secara kolaborasi, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga bisa dilakukan oleh perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk penyediaan vaksin.

Ia berharap, pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha ternak yang sudah besar untuk membantu peternak lainnya sehingga permasalahan PMK bisa cepat diatasi.

"Peternakan-peternakan lain juga harus bersama-sama, karena kalau diserahkan ke pemerintah sendiri itu kemampuan pemerintah juga sangat terbatas," katanya.

Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin menyampaikan PMK menjadi ancaman serius bagi kualitas ternak, seperti sapi dan domba, sehingga perlu tindakan cepat dan tepat agar penyebaran tidak meluas, apalagi saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

"Ada saatnya nanti hari raya ataupun Hari Kurban ini tidak menjadi permasalahan yang meluas," katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika menyebutkan PMK saat ini sudah menjangkit 233 ternak sapi, sebanyak 14 sapi mati dan sembilan sapi dipotong paksa.

Upaya Diskannak Garut dalam mengatasi PMK, kata dia, dengan sosialisasi kepada peternak untuk mendeteksi dini ternak yang terjangkit PMK, menjaga kebersihan kandang, dan melakukan vaksinasi yang saat ini tersedia 1.150 dosis vaksin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bagi sapi yang sehat yang belum divaksin kita terus melakukan gerakan vaksinasi di lapangan," katanya.

(ant/ fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bahaya Campak Mengintai, Begini Gejalanya Mulai dari Demam hingga Muncul Ruam

Bahaya Campak Mengintai, Begini Gejalanya Mulai dari Demam hingga Muncul Ruam

Penyakit campak belakangan ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kenali gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ini.
Dinamika Keluarga Saat Mudik Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kemenkes Tekankan Pentingnya Empati Ketika Berkumpul dengan Sanak Saudara

Dinamika Keluarga Saat Mudik Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kemenkes Tekankan Pentingnya Empati Ketika Berkumpul dengan Sanak Saudara

Momen mudik merayakan Idulfitri atau Lebaran menjadi saat yang dinantikan para perantau. Namun, di saat yang bersamaan momen ini bisa ganggu kesehatan mental.
Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Saraf Anak

Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Saraf Anak

IDAI mengingatkan penggunaan gawai berlebihan oleh anak bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, termasuk sarafnya. Hal ini yang harus dilakukan.
Tak Ingin Gelar Open House saat Lebaran, Menkeu Purbaya Ingin Irit

Tak Ingin Gelar Open House saat Lebaran, Menkeu Purbaya Ingin Irit

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dirinya tidak ingin menggelar open house saat Lebaran. Karena, Purbaya memilih berhemat dan menjalani
Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Subianto bocorkan alasan utama Republik Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Bahkan kata dia, setelah melalui pertimbangan matang
Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Subianto meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus diusut hingga tuntas. Bahkan termasuk siapa aktor intelektual

Trending

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

Untuk diketahui pemerintah mengumumkan hasil sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah usai azan salat Isya atau hampir pukul 20.00 WIB. Ihwal waktu yang dinilai
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 21 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo. Simak peluang finansial, strategi, dan kondisi keuangan.
Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

AFC resmi jatuhkan sanksi untuk Persib Bandung usai laga panas kontra Ratchaburi FC.
Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Jelang Sidang Isbat Penetapan Lebaran 2026, BRIN: Hilal Belum Berhasil Terlihat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Resmi, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak 20 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 20 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 20 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo. Simak peluang finansial dan prediksi kondisi keuangan besok.
Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat Tuntas Berlangsung, Lebaran Ditetapkan pada 20 Maret 2026, Arab Saudi Puasa 30 Hari

Sidang Isbat penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 tuntas berlangsung di Arab Saudi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT