News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tim Forensik Polres Sukabumi Bongkar Makam Siswa SD yang Meninggal Diduga Dikeroyok, Pengacara : Ada Banyak Luka Lebam di Tubuh Korban

Tim Forensik RSUD Syamsudin SH, Inafis dan Unit PPA Polres Sukabumi Kota membongkar makam siswa kelas 2 Sekolah Dasar yang di duga meninggal akibat di keroyok.
Rabu, 31 Mei 2023 - 12:54 WIB
Tempat ekshumasi yang dilakukan tim forensik, inafis dan PPA Polres Sukabumi, Rabu (31/05/2023)
Sumber :
  • timtvOne - Rizki Gustana

Sukabumi, tvOnenews.com - Tim Forensik RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi, Inafis dan Unit PPA Polres Sukabumi Kota membongkar makam siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) yang di duga meninggal akibat di keroyok oleh temannya di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, (Rabu 31/05/23). Makam tersebut dibongkar setelah adanya indikasi kematian korban yang tidak wajar.

Kuasa hukum keluarga korban, Rolan Benyamin Pardamean Hutabarat S.H. menyebut, kematian korban itu tidak wajar, sehingga kuasa hukum menilai ekshumasi ini perlu dilakukan untuk mendorong penyidik agar mengungkap kejadian yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kematian korban bisa dikatakan tidak wajar, pasalnya dari hasil visum bahwa korban terkena tetanus, sedangkan pada saat dimandikan, korban mengalami luka-luka lebam di sekujur tubuhnya," jelas Rolan.

Masih kata kuasa hukum pihak keluarga, pihaknya akan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Indikasinya memang tidak wajar, karena keterangan dari pihak keluarga korban di mana dia mengatakan bahwasanya almarhum pernah berkata seperti itu, dia pernah terjadi pengeroyokan. Itu yang memastikan nanti pihak penyidik, tugas kepolisian. Kami hanya mendampingi saja," pungkasnya. 

Sebelumnya Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan pihak keluarga siswa tersebut sudah menyatakan bersedia terkait ekshumasi yang rencananya dilaksanakan Rabu (31/05/2023) oleh forensik dari RSUD R Syamsudin SH. 

"Besok Insya Allah kalau tidak ada halang melintang kita akan lakukan ekshumasi," kata Ari kepada awak media di Kantor Polsek Kebonpedes, Selasa (30/05/2023). 

tvonenews

Lebih lanjut Ari menyatakan dalam penanganan kasus tersebut pihak kepolisian harus berhati-hati karena kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Namanya juga kasus anak-anak kita harus hati-hati, kita sudah memeriksa 20 saksi dari pihak puskesmas sudah, rumah sakit, kemudian dari pihak guru, teman-temannya bahkan kita sudah melibatkan daripada psikolog anak untuk mendampingi apakah keterangan yang disampaikan itu benar atau tidak," jelas Ari.

(raa/ fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT