Guru SMKN di Manggarai Diduga Lecehkan 17 Siswi, Polisi Datangi TKP
- Jo Kenaru/tvOne
Manggarai, tvOnenews.com - Pelecehan seksual di lingkungan sekolah masih saja terjadi. Di Manggarai, seorang guru diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 17 siswi di tempatnya mengajar.
Kebejatan guru berinisial MS ini resmi dilaporkan ke Polres Manggarai pada 10 Desember 2022.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mendatangi TKP, yakni di SMKN 1 Wae Ri’i, Rabu (14/12/2022).
Sangat disayangkan terduga pelaku adalah guru yang mengajar Agama Katolik tamatan Sarjana Filsafat seminari tinggi.
Dipantau di TKP, kegiatan pra rekonstruksi diawali dengan pemeriksaan para korban yang dilakukan secara tertutup di sebuah ruangan. Pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam.
Setelah itu, penyidik bersama para korban yang didampingi petugas dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak mengambil gambar beberapa ruangan yang dilaporkan sebagai locus terjadinya pelecehan guru MS.
Kepala Unit PPA Polres Manggarai Aipda Antonius Habun yang memimpin kegiatan tersebut menolak memberi keterangan.
“Wawancaranya nanti tunggu selesai semua penyelidikan kita. Ini masih dipilah-pilah dulu,” ujarnya.
Plang SMKN 1 Wae Ri'i. Dok: Jo Kenaru/tvOne
Pelaku Diberhentikan
Kepala Sekolah SMKN 1 Wae Ri’i, Ferdianus Tahu, membenarkan dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru Agama Katolik di sekolahnya.
Menurutnya, perbuatan guru MS melecehkan belasan siswi kelas X dan kelas XI sudah diketahui sejak bulan Oktober 2022 dan dilakukan lagi pada awal Desember 2022 sebelum akhirnya guru MS resmi diberhentikan pada 5 Desember 2022.
Guru MS, kata Ferdianus, telah mengakui perbuatannya. Rasa bersalah dan menyesal guru MS tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani guru MS sendiri.
Tapi nyatanya, guru MS kembali berbuat kurang ajar pada 17 korban yang sama. Para korban lagi-lagi mengadukan guru MS ke kepala sekolah sekaligus mendesak agar guru MS segera dikeluarkan dari sekolah. Setelahnya, para korban melaporkan guru MS ke polisi.
“Kasus ini muncul setelah beredar di semua guru dan murid. Ramai orang berbicara tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh saudara MS salaku guru Agama Katolik di sekolah ini,” ucap Ferdianus.
Load more