Usai Nyepi, Ribuan Umat Muslim Muhammadiyah di Denpasar Gelar Salat Ied di Lapangan Renon
- Tim tvone - aris wiyanto
Denpasar, tvOnenews.com – Ribuan umat muslim Muhammadiyah memadati lapangan renon pada pagi hari untuk melaksanakan salat idulfitri, sehari setelah perayaan hari raya nyepi, Jumat ( 20/3) pagi.
Meski hujan gerimis sempat mengguyur kota Denpasar, jamaah tetap berdatangan dan membawa tikar atau plastik untuk alas sajadah, serta mengenakan pakaian ibadah terbaik mereka.
Suasana khidmat terasa saat takbir berkumandang, menandai kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Momen salat Idulfitri ini menjadi istimewa karena dilaksanakan tepat setelah Bali menjalani Nyepi, hari yang identik dengan keheningan total.
Pelaksanaan salat id berlangsung lancar dengan pengamanan dari aparat kepolisian.
Sejumlah jamaah mengaku bersyukur dapat melaksanakan salat id dengan aman dan nyaman. Mereka juga mengapresiasi dukungan masyarakat Bali yang tetap menjaga kondusivitas, meskipun sebelumnya menjalani rangkaian Nyepi dengan berbagai pembatasan aktivitas.
Sejumlah warga tak mempersoalkan keputusan pemerintah yang menetapkan Idulfitri pada Sabtu (21/3) esok.
"Kenapa hari ini, kan puasanya sudah 30 hari, kan artinya susah selesai, jadi sekarang salat Ied nya, besok pemerintah juga sama, tujuannya sama, ini karena saya duluan puasanya," ujar ibu Rachmawati, salah satu jamaah wanita.
Pelaksanaan salat idulfitri bagi warga Muhammadiyah Denpasar dipusatkan di lapangan Renon, Denpasar. Sejumlah personil kepolisian Polsek Denpasar Timur terlihat mengamankan umat yang hendak menjalankan Ibadah Salat Idulfitri sehari setelah Hari Raya Nyepi.
"Kami dari kepolisian membantu pengamanan salat Idulfitri yang dilaksanakan warga Muslim Muhammadiyah, pelaksanaan malam takbiran tadi malam tidak ada yang dilakukan di masjid, warga melakukannya di rumah masing-masing, kami berterimakasih kepada warga, Nyepi, malam takbiran sampai salat idul Fitri ini berlangsung aman dan kondusif," ujar Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, saat meninjau lokasi salat idulfitri.
Momentum ini menjadi simbol harmonisasi kehidupan beragama di pulau dewata, dimana nilai toleransi dan saling menghargai terus terjaga di tengah keberagaman. (awt/hen)
Load more