Mabuk dan Tantang Warga, 5 Pelaku Pembuat Onar di Bali Ditangkap
- tim tvone - aris wiyanto
"Karena merasa terancam akhirnya saksi menghubungi kepala pecalang yang selanjutnya Pecalang Banjar datang memukul kulkul bulus untuk mendatangkan warga adat karena ada keributan," jelasnya.
Sementara, dari keterangan saksi I Made Sukarma saat itu dirinya sempat mendengar adanya suara ribut-ribut yang berasal dari di depan rumah. Karena hal tersebut, saksi keluar mencari tahu apa yang terjadi dan melihat saksi Wayan Mega yang ribut dengan pelaku Nikson.
Kemudian, pelaku Nikson yang tetap tidak terima akhirnya pulang tetapi sempat berkata untuk tunggu disini karena dia akan datang dengan memanggil teman-temannya
"Namun tidak kena, sehingga saksi lari menyelamatkan diri dan saksi langsung menghubungi saksi I Made Sugiarta untuk hati-hati karena kemungkinan ada serangan dari mereka," ujarnya.
AKP Sukadi juga menyampaikan, dari keterangan saksi yang merupakan teman kerja pelaku di proyek, para pelaku sempat minum-minum dan mendengarkan suara musik hingga larut malam hingga sekitar pukul 01.00 WITA.
Kemudian, pada Minggu (29/9) sore sekitar pukul 17.00 WITA, mereka kembali mengadakan acara minum-minum dan karaoke dengan mengundang teman-temannya.
Untuk barang bukti yang diamankan, satu buah tas berisi tiga buah handphone, satu besi linggis, satu besi cor, beberapa bambu, satu buah balok kayu, satu motor Revo berwarna hijau pelat DK 4237 ER.
Kemudian, usai keributan pihak kepolisian mendatangi lokasi dan segera melakukan upaya evakuasi dari kepungan massa pada para pelaku dan selanjutnya mengamankan kelima pelaku tersebut.
"Melakukan upaya persuasif menghimbau massa agar tenang dan kembali kerumah masing-masing. Peristiwa keributan terjadi akibat pelaku Nikson yang dalam kondisi mabuk alkohol ditegur warga karena dianggap membawa motor dengan ugal-ugalan sehingga sempat terjadi percekcokan adu mulut," ujarnya. (awt/hen)
Load more