News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Unik, Di Kampus Ini Mahasiswanya Boleh Bayar Biaya Kuliah dengan Hasil Bumi, Ikan dan Tenun Ikat

Mahasiswa diperbolehkan membayar biaya kuliah dengan menggunakan hasil bumi, ikan maupun hasil tenun ikat.
Selasa, 28 Mei 2024 - 19:18 WIB
Kampus Muhammadiyah Maumere
Sumber :
  • Oktavianus Fredi Koban

Sikka, tvOnenews.com - Polemik biaya uang kuliah tinggal (UKT) perguruan tinggi negeri yang mahal menjadi persoalan dan beban bagi generasi muda yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi. 

Namun demikian, ada yang berbeda di kota Maumere, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Betapa tidak, sejak tahun 2018 lalu, Kampus Muhammadiyah Maumere punya cara tersendiri dalam hal biaya perkuliahan bagi mahasiswa. 

Mahasiswa diperbolehkan membayar biaya kuliah dengan menggunakan hasil bumi, ikan maupun hasil tenun ikat. 

"Kebijakan ini sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu hingga saat ini," Kata Erwin Prasetyo, Rektor Muhammadiyah Maumere kepada tvonenews, Sabtu (25/5/2024) siang. 

Dikisahkan Erwin, Kejadian ini berawal dari adanya seorang mahasiswi yang tinggal di desa Pruda, tidak sanggup membayar biaya semester yang dicicil secara tiga tahap, saat penentuan rencana studi, ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). 

Mahasiswi ini memiliki tunggakan semester sebesar kurang lebih Rp 1 juta. Datang ke saya dan berkeluh kesah menyampaikan tidak bisa membayar uang semesteran kuliah karena hasil bumi di kampungnya seperti pisang dan kelapa, sudah panen tapi belum ada yang beli. Lalu saya merekomendasikan mahasiswi ini untuk membawa hasil bumi dari kampungnya itu ke kampus," kisahnya. 

Hasil bumi berupa kelapa dan pisang yang dibawah, lanjut Erwin mengisahkan, dipasarkan oleh para dosen dan karyawan dan uang dari hasil jualan tersebut digunakan untuk membayar uang kuliah. 

"Kebijakan ini sebagai langkah kampus untuk meringankan beban orang tua dalam mengatasi biaya kuliah," tegasnya. 

Selain itu, lanjut Erwin, di kampus Muhammadiyah Maumere, ada kebijakan biaya gratis kuliah bagi mahasiswa yang berstatus anak yatim dengan jumlah biasa semesteran sebesar  Rp 3.510.000 per semester.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di kampus ini sebagaian besar mahasiswanya Katolik. Jadi bea siswa ini tidak saja untuk mahasiswa yang muslim. Kalau yang muslim ada beasiswa tahfix Quran, minimal dua juzz itu bebas SBP," tambah Erwin. 

Sementara itu, Asmia Fransiska, salah satu alumi yang kini menjadi staf rektorat mengaku, selama kuliah dirinya membayar biaya perkuliahan dari hasil tenun ikat selendang yang dibuat sang kakak. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT