News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolak Hasil Sengketa Pilkades, Sejumlah Fasilitas Desa Dibakar Massa yang Ngamuk

Seorang bocah perempuan berusia tiga tahun disandera oleh ayah kandungnya sendiri berinisial YB di kediamannya kawasan Cilodong, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Rabu, 11 Januari 2023 - 19:12 WIB
Tolak hasil sengketa Pilkades kantor desa dan rumah milik saudara salah satu Calon Kepala Desa dibakar Selasa (10/1/2023) malam.
Sumber :
  • Ikbal Arsyad

Jakarta, tvOnenews.com - Tiga Desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, serentak tolak hasil sengketa pemilihan kepala desa yang diumumkan oleh Panitia Sengketa Pilkades Kabupaten.

Sayangnya masa meluapkan emosinya dengan merusak fasilitas umum, bahkan membakar kantor desa dan rumah milik saudara salah satu calon kepala desa pada Selasa (10/1/23) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari video amatir yang viral di media sosial seperti di Desa Geti, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, warga membakar kantor desa.

Aksi brutal warga ini, lantaran mereka kecewa dengan putusan hasil sengketa Pilkades. 

Hal serupa juga terjadi di Desa Belang Belang, Kecamatan Bacan, warga meluapkan emosinya dengan merusak fasilitas umum balai desa, bahkan sejumlah warga membakar rumah milik salah satu calon kepala desa yang menang dalam Pilkades bulan lalu namun kalah pada saat sengketa Pilkades.

Aksi pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Halmahera Selatan.

“Kami sedang berupaya untuk melakukan penyelidikan untuk mengetahui orang-orang yang terlibat dalam pengerusakan tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan  Iptu Aryo Dwi Prabowo, kepada tvonenews, via Whatsaap pada Rabu (11/1/2023) malam.

Aryo mengatakan, pihaknya kini masih melakukan upaya penyeledikan terkait dengan aksi pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum.

“Kami akan memproses hukum para pelaku pengerusakan jika memang betul mereka terlibat dalam pengerusakan yang sudah kami monitor ada 2 Desa yang terjadi pengerusakan fasilitas,Betul Desa Geti dan desa belang-belang dan Desa lalubi namun yang dirusak papan pengumuman desa,”jelasnya.

Aksi protes hasil sengketa Pemilihan Kepala Desa juga terjadi di Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Puluhan warga membakar ban bekas, kayu dan baliho bergambar Bupati Halmahera Selatan.

Warga emosi lantaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tidak melantik salah satu calon Kepala Desa Rolan Korompis yang terpilih pada Pilkades bulan lalu.

Pemerintah setempat justru akan melantik cakades pemenang kedua yaitu Kelon Hulahi sebagai Kepala Desa. Akibatnya warga melampiaskan kekecewaan mereka dengan membakar ban serta baliho tepat di depan kantor desa setempat pada Selasa malam.

"Kami kecewa, kenapa calon kepala desa yang menang tidak dilantik malah yang akan dilantik itu pemenang kedua?" kesal Fransiskus Goyowa, Warga Desa Lalubi.

Ada pun kronologisnya Pukul 17.00 WIT simpatisan, Nurjanah Korma, mendengar hasil putusan sengketa Pilkades yang dimenangkan oleh Suaib Yunus (cakades petahana).

Pada Pukul 20.40 WIT konsentrasi masa simpatisan dari Nurjana Korma, sekitar 100 orang berkumpul di depan Balai pertemuan kemudian melakukan pengrusakan sebuah balai pertemuan, bangunan polindes dan sejumlah pagar beton dalam desa.

Kemudian Pukul 22.20 WIT personil Polsek Pulau Bacan sebanyak 4 personil yang terdiri 2 personil unit intel dan 2 personil unit Shabara tiba di TKP.

Saat tiba di TKP Bhabinkamtibmas sedang melakukan pendekatan dan Unit Intelkam mencoba melakukan penggalangan pada simpatisan Nurjana Korma, untuk tidak melakukan pengrusakan, namun kondisi massa yang tersulut emosi dan banyak membuat petugas tidak dapat menghentikan pengrusakan yang terjadi.

Sehingga Pukul 02.40 wit dini hari terjadi pembakaran sebuah rumah tak berpenghuni milik saudara kandung Cakades nomor 01, Nurjana Korma. Rumah tersebut merupakan bantuan rumah kumuh pada tahun 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pukul 08.30 WIT simpatisan cakades nomor 01, Nurjanah Korma yang mayoritas ibu-bu melakukan pengrusakan terhadap barang aset desa berupa perabot yang digunakan saat hajatan warga, sedangkan simpatisan yang mayoritas laki-laki melakukan pengrusakan bangunan PAUD dan bangunan pondok bacaan.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada laporan resmi pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, terkait dengan aksi pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum tersebut.(iad/muu)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT