News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kevin Sanjaya Dinyatakan Positif COVID-19 & Batal Ikuti Turnamen Internasional | Kabar Arena

Selasa, 5 Januari 2021 - 16:00 WIB
  • Reporter :

Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memastikan seluruh anggota Skuat Merah Putih siap berlaga di tiga turnamen di Bangkok, Thailand, meski terjadi perubahan susunan pemain setelah Kevin sanjaya sukamuljo dipastikan terpapar COVID-19. Timnas Bulutangkis indonesia bertolak ke Thailand menyewa pesawat guna menghindari penyebaran Covid-19.

Timnas Bulutangkis Indonesia Senin siang (4/1) bertolak ke Thailand untuk mengikuti tiga turnamen. Berbeda dengan keberangkatan turnamen sebelumnya yang menggunakan pesawat komersil, kali ini menyewa pesawat. Hal itu sengaja dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami menyewa pesawat semata-mata demi menjaga kesehatan dan keselamatan pemain. Kalau berangkat dengan pesawat komersial biasa, kita khawatir pemain bisa tertular virus dari penumpang umum yang lain,” kata Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta dalam keterangan resminya.

Tim Indonesia  menuju Bangkok berkekuatan 40 orang. Mereka, terdiri dari pemain, pelatih teknik, pelatih fisik, dokter, terapis, dan masseur.

Sementara itu, Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky menjamin pemain lain yang diproyeksikan tampil ke tiga turnamen tersebut semuanya dalam kondisi sehat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji usap PCR kepada seluruh pemain dan tim pendukung yang berangkat ke Thailand.

“Kami berangkat ke Thailand dengan penuh optimisme dan semangat tinggi. Meski tiga turnamen tersebut bukan sebagai ajang kualifikasi yang memperebutkan poin menuju Olimpiade Tokyo, kami tetap menganggap begitu penting kejuaraan ini,” ujarnya.

Tiga turnamen yang bakal dijalani di Thailand yakni, Yonex Thailand Terbuka yang berlangsung pada 12-17 Januari dan Toyota Thailand Terbuka (19-24 Januari). Selain itu, bagi delapan pemain atau pasangan terbaik akan melanjutkan bertarung di Final BWF World Tour 2020 (27-31 Januari).

Sebelumnya, dalam tes usap kepada 40 orang yang terdiri atas pemain, pelatih teknik, pelatih fisik, dokter, terapis, dan masseur, yang dilakukan di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur pada 2 Januari, seluruhnya menunjukkan hasil negatif COVID-19.

Kevin Sanjaya Sukamuljo sendiri sejak pertengahan Desember lalu memang sudah dipisahkan dengan para pemain penghuni Pelatnas Cipayung, karena positif terinfeksi virus Corona. Sementara Marcus Fernaldi Gideon, yang merupakan pasangan Kevin sebagai ganda putra nomor satu dunia sekaligus unggulan pertama ini pun terpaksa mundur dari seluruh rangkaian kejuaraan tersebut. (ito)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Lihat Juga: Tenaga kesehatan ragukan efektivitas vaksin?)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Ukraina Kecam Wacana FIFA soal Pencabutan Larangan Rusia
05:18

Ukraina Kecam Wacana FIFA soal Pencabutan Larangan Rusia

Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang untuk mencabut sanksi terhadap sepak bola Rusia yang diberlakukan sejak invasi negara tersebut ke Ukraina.
Terjawab! Patrick Kluivert Ungkap Alasan Elkan Baggott Tolak Gabung TC Timnas
03:09

Terjawab! Patrick Kluivert Ungkap Alasan Elkan Baggott Tolak Gabung TC Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, mengungkap alasan Elkan Baggott tidak dipanggil ke skuad untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

Jangan Lewatkan

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social MediaTesting Embed Social MediaTesting Embed Social Media
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi berhenti berkuda saat melihat ibu korban tabrak lari di Sumedang, langsung beri bantuan Rp10 juta dan lanjutkan agenda kirab budaya.
Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
ADVERTISEMENT