Afghanistan - Di tengah kepanikan warga yang akan eksodus tertumpah di Kabul, warga Afghanistan, Lembah Panjshir bersiap melawan kelompok bersenjata Taliban.
Taliban sendiri sebelumnya menegaskan tidak akan ada pemerintahan baru sampai tentara Amerika Serikat angkat kaki seluruhnya dari Afghanistan.
Diberitakan bahwa pasukan militer Taliban berbondong-bondong menuju Lembah pasir di mana perlawanan terakhir dilakukan oleh Kelompok anti taliban.
Taliban terlihat bersenjata lengkap menuju ke lembah Panjshir di timur laut Afghanistan.
Menurut Taliban di akun Twitter mereka, ratusan pejuangnya dikirim ke lembah tersebut. Taliban mengirimkan pasukannya setelah pejabat di lembah pasir menolak menyerahkan wilayah mereka ke Taliban.
Menurut Abdullah Saleh, Wakil Presiden Afghanistan yang saat ini berada dalam persembunyiannya di Lembah Panjshir, Taliban telah mengumpulkan kekuatannya di pintu masuk Provinsi Panjshir.
Saat ini di Lembah Panjshir sudah berkumpul para komandan anti Taliban dan pasukannya.
Salah satu pemimpin pergerakan di Lembah Panjshir adalah Ahmad Massoud putra dari Komandan Anti Taliban terkenal Ahmed Shah Massoud. Ia memimpin front perlawanan nasional NRF. NRF bersiap untuk konflik berkepanjangan dengan Taliban namun juga masih mau mengupayakan negosiasi dengan Taliban mengenai pemerintahan inklusif.
Di sisi lain Taliban juga menegaskan mereka akan mencoba bernegosiasi untuk menguasai Panjshir Daripada merebutnya dengan peperangan.
Sementara itu evakuasi terhadap warga asing dan warga Afghanistan yang berpusat di Kabul masih dilanjutkan oleh militer AS dan sekutu.
Amerika Serikat telah meminta pada sejumlah maskapai penerbangan sipil untuk turut membantu evakuasi dari Afganistan.
Menurut akun media sosial Gedung Putih, dalam 24 jam, sebanyak 2.000 orang sudah berhasil dievakuasi.
Total mereka yang sudah dievakuasi sejak 14 Agustus 2021 lalu mencapai 7.000 orang, baik warga negara Amerika, maupun warga negara Afghanistan dan juga para diplomat.
Evakuasi warga Afghanistan juga dibantu pesawat-pesawat dari negara sekutu.
Sebelumnya diberitakan, ribuan tentara AS kembali dikerahkan ke Afghanistan untuk mengevakuasi seiring semakin dekatnya tenggat waktu evakuasi yang disepakati dengan Taliban yaitu 31 Agustus 2021.
Desakan dari Uni Eropa dan Inggris menguat, agar Amerika Serikat memperpanjang tenggat waktu tersebutÂ
Namun, Taliban menegaskan tak akan memperpanjang tenggat waktu evakuasi.
Jika Amerika Serikat dan Inggris memperpanjang masa evakuasi, Taliban mengancam akan ada konsekuensinya.
Taliban juga menegaskan tidak akan ada pemerintahan baru sampai seluruh tentara Amerika Serikat angkat kaki dari Afghanistan.(awy)