Virus Nipah Merebak di India, Jubir Kemenkes RI: Tetap Waspada, Jangan Panik
Tangerang, tvOnenews.com - Virus Nipah kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial menyusul ditemukannya kasus baru di India. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan memastikan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik karena penyebarannya tidak semasif Covid-19.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah. Penularan juga dapat terjadi lewat hewan perantara seperti babi, serta konsumsi makanan atau buah yang terkontaminasi.
Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, terutama dari negara yang melaporkan kasus. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan visual, thermal scanner, serta pendataan epidemiologi bagi penumpang yang masuk ke Indonesia.
Kementerian Kesehatan menyebut hingga kini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan potensi masuknya penyakit dari luar negeri.
Gejala awal infeksi Nipah umumnya berupa demam, flu, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan. Dalam kasus berat, virus dapat berkembang menjadi ensefalitis atau radang otak yang berpotensi mematikan.
Pemerintah mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri disarankan bagi masyarakat yang memiliki kontak dekat dengan hewan berisiko.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya memastikan daging dan makanan dimasak hingga matang guna mencegah penularan dari hewan perantara.
Upaya pencegahan terus diperkuat melalui pengawasan di pintu masuk negara serta edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.