Padang pariaman, tvOnenews.com - Banjir bandang susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman setelah intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Batang Anai dan anak sungainya meluap, terutama di kawasan Nagari Pasie Laweh dan sekitarnya.
Luapan air ini masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Menurut warga dan relawan di lapangan, banjir terjadi secara cepat ketika debit air sungai meningkat tajam akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah itu sore hingga malam hari. Air bercampur material lumpur dan sisa sampah sungai memenuhi akses jalan kampung dan halaman rumah warga.
Para analis menyebut pendangkalan Sungai Batang Anai akibat sedimen yang terbawa arus serta tingginya curah hujan sebagai faktor utama meluapnya sungai ini ke pemukiman warga.
Hal ini diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem yang juga berdampak pada daerah lain di Sumatera Barat pada periode yang sama.
Banjir bandang susulan menyebabkan beberapa titik permukiman di Kecamatan Lubuk Alung dan Batang Anai terendam, hingga menyebabkan akses jalan dan fasilitas umum terganggu. Material tanah dan lumpur yang terbawa arus membuat banyak rumah tidak bisa segera dihuni.
Menanggapi kondisi ini, aparat kepolisian bersama relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan masyarakat lokal langsung bergerak membantu warga terdampak. Mereka melakukan pembersihan rumah-rumah yang terendam dengan cara mengangkat lumpur dan material banjir supaya lingkungan kembali layak huni.
Petugas juga membantu membuka akses jalan yang sempat tertutup banjir dan tanah longsor, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan warga berada di lokasi yang aman.
Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan karena curah hujan diperkirakan masih tinggi di daerah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan banjir susulan yang sering terjadi, terutama karena sedikitnya waktu untuk pulih dari kejadian sebelumnya beberapa minggu lalu.
Mereka berharap ada upaya jangka panjang seperti pengerukan sungai dan perbaikan drainase untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam kejadian banjir bandang susulan ini, namun kerugian material dan gangguan aktivitas warga tetap menjadi perhatian utama pihak berwenang. Petugas masih melakukan evaluasi dampak dan pemulihan fasilitas umum yang rusak.