Jakarta, tvOnenews.com - Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( Snbp) 2025 diwarnai aksi protes dari banyak siswa di beberapa kota di Indonesia.
Mereka protes karena tidak bisa mendaftar SNBP 2025 karena pihak sekolah belum merampungkan proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Proses pendaftaran seleksi nasional berdasarkan prestasi 2025 kembali menjadi sorotan.
Siswa yang tidak bisa mendaftar kini hanya bisa pasrah dengan keadaan.
DPR RI menilai kebijakan SNBP bagi siswa-siswi yang hendak mendaftar kuliah harus dievaluasi.
Sebelumnya, sebanyak 50 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara mengalami permasalahan dalam pendaftaran SNBPtahun 2025.
Kegagalan diduga karena adanya kelalaian dari pihak sekolah yang telat melakukan penginputan nilai murid eligible pada portal pangkalan data sekolah dan siswa atau PDSS.
Tidak hanya di Medan, sebelumnya juga 22 siswa siswi MAN 1 Lamongan yang datanya tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) merupakan murni kesalahan sistem.
Hal tersebut diutarakan kepala sekolah Setelah menemui Tim IT Kemenag RI. Kepala Sekolah MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah menjelaskan 22 murid yang tidak dapat mengikuti SNPB terjadi karena id historis Raport Digital Madrasah (RDM) para murid tersebut tidak terbaca.
"Kendala sudah kami jelaskan diawal, bahwa data kami sudah betul-betul masuk di onlinenya RDM, dari RDM ngelink ke Pusdatin, RDM ke Pusdatin inilah menurut jawaban yang kami temui di Jakarta, pak Arif Ridho id historis 22 anak ini tidak terbaca dan ini disebabkan oleh sistem,” ujar Endah Mahmudah Endah memastikan pihak sekolah sudah melaksanakan prosedur dan rangkaian tersebut dengan benar dan bukan merupakan kesalahan operator maupun guru di sekolah tersebut. (awy)